liku-liku s3-nya ipb – part 2

Artikel ini telah dibaca sebanyak: 8312 kali. Terima kasih.

ipbapakah ini bagian dari tanda-2 akhir jaman atau apa saya tidak tahu pasti. yg pasti tiba-2 sekarang kita sudah masuk musim ujian tengah semester (uts) 2. betul, semester dua.  dan kemarin (28 maret 2009)) nilai akhir semester 1 dibagikan.  sesuai dg target yg saya pasang, minimal ipk 3.25 yg diminta oleh ipb dapat terpenuhi. hasilnya betul-2 memuaskan. over standard! tapi, berapa-2nya tidak perlu saya umumkan. itu ndak terlalu penting. *smile* yg penting sekarang saya bisa melanjutkan ke semester berikutnya.  thanks, kepada teman-2 yg sudah membantu saya selama martikulasi dan semester 1.

cuman, menurut saya,  agak aneh aja program s3 ini. ketika saya saya terima surat pemberitahuan dinyatakan lulus ujian masuk s3, di situ tertulis ada masa probasi (percobannya) nya. yaitu, ipk yang harus dicapai pada semester 1 tidak boleh di bawah 3.25. bila hasilnya di bawah itu, maka siswa akan di-do-kan (tidak boleh melanjutkan ke semester 2) dan hubungan dg ipb terhenti sampai di situ.  lalu, dimana letak anehnya? anehnya, nilai hasil akhir semester 1 baru keluar pada pertengahan semester 2 ini.  aneh, kan? *smile* jadi, saya melihat masa probasi yg tertulis tempo hari itu sekedar probasi-2an atau ada faktor lain yg menyebabkan keterlambatan pengumuman hasil akhir semester 1. apa pun penyebabnya, menurut saya hal ini (management) harus diperbaiki oleh ipb.  kalau tidak, maka akan paradoks dengan jurusan yang ditawarkan, bisnis dan management.  kita harus melakukan kaizen (wise improvement) dengan cepat dan tepat sasaran. agar tidak terulang pada angkatan 5 yg akan masuk bulan april nanti. ini yang pertama…

yang kedua.  dibandingkan dengan periode martikulasi dan semester 1, semester 2 ini loadnya agak ringan. tugas-2 yg berikan di semester 2 ini relatih sedikit jumlahnya.  setidaknya sampai saya nulis ini, saya dan teman-2 merasakan ada penurunan keketatan tugas.  saya tidak tahu apakah hal ini baik atau tidak. tapi yang jelas, adanya keluangan waktu ini dapat dimanfaatkan utk mulai menulis proposal utk disertasi supaya kita bisa on time 2.5 thn.

yang ketiga. perbedaan lain yg saya rasakan pada semester 2 ini adalah, banyaknya jadual-2 kuliah yg delay dari segi pelaksanaan kuliah yg disebabkan karena beberapa hal. seperti,  berbenturannya jadual dosen mengajar dengan membimbing disertasi kakak-2 kelas.  hal ini sangat saya sayangkan. mengapa? karena, dari sisi cost kita telah banyak membuang-2 uang dengan percuma.  sekedar informasi saja, 1x kuliah eksekutif  (dari jam 8 pagi sampai jam 6 sore) ini saya harus bayar 1.5 juta rupiah (atau sekitar rp. 187500/jam).  semakin banyak delaynya, tentu saya dan teman akan semakin rugi. hal lain, seringnya keterlambatan ini bisa menurunkan semangat belajar kita. saya melihat gejala ini timbul pada teman-2 saya ketika dosen ybs telat datang. mereka yg sudah lama menunggu akhirnya memutuskan utk memindahkan tempat parkir mobilnya dari ipb ke rumah, atau beli rokok di warung dekat rumahnya. alias pulang gitu lho… *smile* sangat disayangkan. tentunya, ini kembali pada kita masing-2 how to manage this idle time.  karena, ada juga yg memanfaatkan keterlambatan dosen ini dengan belajar mempersiapkan proposal disertasi, review pelajaran atau ha ha hi hi (ngobrol) dg sesama… he…he…he… yang jelas, hal ini pun harus kita improve dengan cepat dan tepat agar tidak banyak terjadi benturan-2 pada jadual dosen…

apa pun yg terjadi, saya dan beberapa teman sudah pasang target baru di semester ini. yaitu, bukan men-set target nilai ipk tapi dapat menyelesaikan or membuat proposal disertasi dan latihan kolokium (presentasi proposal disertasi) di antara kita sendiri.  planingnya, begitu masuk penjurusan di semester 3 nanti kita tinggal memokuskan diskusi dg dosen pembimbing.  mungkin target ini terlalu muluk. tapi tidak ada salah utk dicoba…

ok, friends… gambarimashou (lets do our best) …

Artikel ini telah dibaca sebanyak: 8312 kali. Terima kasih.

About ICAN 432 Articles

Blogger, motivator, thinker, cracker, programer, manager, founder, people developer

7 Comments

  1. Jangan terlalu optimistik, banyak faktor teknis dan non teknis yang akan menghambat. Tapi juga jangan pesimistik.

    Dalam perjalanan proses penelitian dan pembimbingan akan ada banyak hal yang bisa membuat mahasiswa kehilangan motivasi. Lihat lagi leaflet dan dokumen yang dikeluarkan oleh MB IPB. Di dalamnya jelas-jelas tertulis, pendidikan doktor adalah pendidikan yang mendidik mahasiswa UNTUK SECARA MANDIRI mampu melakukan kegiatan penelitian tingkat doktoral. Jadi jangan harap ada pembimbingan intensif dari pembimbing. Dalam banyak kasus, pembimbing tidak paham dan justru ingin belajar mengenai topik yang diteliti.

    Kata seorang bijak, tingkat kelulusan peserta program doktoral memang hanya 30%. Kebanyakan yang gagal karena mengalami demotivasi, terutama setelah masa perkuliahan selesai, “merasa sudah lulus”, padahal belum apa-apa. Jadi teruslah jaga motivasi. Diperlukan kemauan dan determinasi luar biasa untuk tetap fokus, apalagi bagi mereka yang tidak bisa penuh waktu mencurahkan perhatian dalam penelitian dan penulisan disertasi. Maklum, kebanyakan dari Mahasiswa DMB sehari-harinya adalah profesional dan praktisi yang juga sibuk dengan banyak hal.

    Fatamorgana tentang “disertasi dapat ditulis dalam dua minggu” itu benar hanya untuk proses finishing naskah disertasi saja. Perbaikan naskah disertasi setelah lulus ujian terbuka bisa diselesaikan dalam dua minggu. Untuk keseluruhan proses, dari menulis proposal disertasi hingga lulus ujian terbuka, jika bisa diselesaikan dalam dua tahun sudah luar biasa.

  2. Dear Candra,

    Bagaimana kalau blog yg ditulis IPB part 2 bpk kirimkan by e mail ke pak Udjang dan pak Arief ?Because beliau2lah pengambil kebijakan….jadi energi kita yg telah keluar utk mengkritisi dapat sgr tersalurkan sehingga infonya mengalir dan diambil langkah perbaikan sesegera mungkin pd rapat pimpinan. Bisa saja krn mereka2 tdk tahu maka tdk bertindak

    Oke, salam

  3. terima kasih pak taufiq atas komentarnya…

    memang betul, tujuan penulisan cerita ini adalah dalam rangka untuk memberikan masukan-2 kepada diri kita sendiri yg berada dalam ipb. kita harus betul-2 memiliki ipb. untuk itu kita harus menyampaikan apa-2 yg bisa menjadikan ipb kita menjadi semakin baik…

    sekali lagi terima kasih atas komentarnya…

  4. Halo Pak Chandra,
    Seperti yg saya perhatikan di part I, sebenarnya ada nada kritik yang membangun yang bapak sampaikan di IPB Part II. saya kira, manajemen DMB IPB perlu mengetahui hal ini dan introspeksi. Kalau berita ada mahasiswa IPB ikut lomba kelas dunia membuat kita bangga, info dari pak chandra ini sebaliknya ….
    Karena kita sudah menjadi bagian darinya, maka menjadi kewajiban pula bagi kita untuk berperan memperbaikinya, dengan memberikan kritik dan input.
    Justru, kalau melulu memberikan pujian, sementara banyak yang kita bisa perbaiki, malah menjerumuskan program ini karena merasa sudah melakukan yang terbaik.

    OK, mudah2 an kita bisa sama-sama tepat waktu mengajukan proposal disertasi dan menyelesaikan semuanya dgn lancar

    salam
    Taufiq Amir

  5. pak adjie, thanks atas komennya…

    saya se7. kita ambil sisi positifnya saja dan kita manfaatkan waktu yg ada sebaik mungkin utk kepentingan review, project penulisan disertasi dll.

    btw, target 2.5 thn itu, target yg biasa-2 saja. atau mungkin kelamaan kali ya… inget tidak apa yg disampaikan pak roy sembel? beliau menyampaikan bahwa utk nulis disertasi itu cuman butuh waktu 2 minggu doang. nah ini kita dikasih waktu 1 thn lho… jadi, seharusnya 1 thn itu udah bisa nulis banyak disertasi… *smile*

    atau spt kata pak eri tempo hari… mau nyari thema yg susah atau gampang tidak masalah. yg penting outcomesnya lulus… *smile* jadi, kl sudah pasang target 1 thn, maka saya sarankan cari thema yg bisa dikerjakan dalam waktu 1 thn maksimal. jangan cari thema yg butuh waktu penyelesaian 2 thn… he…he…he…

    jadi, kesimpulannya tidak ada hubungannya dg sudah atau belum pernah kuliah s3… *nyengir mode*

    gambarimashou…

    candra

  6. Demi waktu, sesungguhnya akan merugi kita bila tidak memanfaatkan waktu luang ini dengan membuat / memperbaiki atau menambah bahan / material guna mendukung proposal disertasi kita. Mungkin ini adalah kesengajaan dari pihak IPB untuk melihat apakah para calon Doktornya punya semangat entrepreneur sesuai dengan jurusan bisnis dan manajemen yang diambil khususnya dalam melihat peluang. Salah satunya adalah memanfaatkan peluang dengan adanya pembebanan tugas yang relatif berkurang dari semester satu melalui penulisan proposal disertasi.

    Mari kita capai target 3 tahun jadi doktor !!!

    adjie

Leave a Reply