Pilkada via DPRD

Artikel ini telah dibaca sebanyak: 7886 kali. Terima kasih.

pilkadaYang jelas pasti akan ada yang pro dan kontra. Masing-masing dengan argumen-argumennya. Kalau saya hanya memandang dari sisi biaya saja. Karena tema yang penting saat ini untuk bangsa Indonesia adalah bagaimana tidak berhutang kepada negara-negara lain untuk membiayai operasional negara.  Salah satu yang signifikan adalah dengan mengganti sistem pilkada langsung menjadi tidak langsung, yaitu dipilih oleh DPRD.  Dana APBD untuk pilkada dapat dimanfaatkan untuk keperluan yang lebih mendesak.

Kalau money politic (MP), baik sistemnya langsung atau tidak, sama-sama punya potensi terjadinya MP. Tergantung kejujuran calon-calon yang ada. Tapi harusnya lebih efisien sistem tidak langsung. Kalau mau nyogok hanya beberapa orang anggota dewan saja. Ketimbang pilkada langsung yang harus bagi-bagi ke banyak orang. Sangat ribet… He3x…

Apa pun sistemnya, yang penting bagi saya adalah peminpin yang terpilih adalah yang terbaik dari segi moral/akhlaq dan profesional dalam bekerja menunaikan amanah-amanah yang dibebankan. Titik.

Artikel ini telah dibaca sebanyak: 7886 kali. Terima kasih.

About ICAN 432 Articles

Blogger, motivator, thinker, cracker, programer, manager, founder, people developer

11 Comments

Leave a Reply