Artikel ini telah dibaca sebanyak: 679 kali. Terima kasih.

Untuk kesekian kalinya pada tanggal 26 Oktober 2019, saya mendapat kesempatan untuk sharing knowledge ke mahasiswa/i pasca sarjana Sekolah Bisnis Institut Pertanian Bogor (SB-IPB).

Tema diskusi kali ini tentang Leadership 4.0. Bukan karena latah dengan angka Empat Kosong yang memang saat ini sering muncul atau dipakai, merujuk dari versi revolusi industri terkini yang sudah memasuki generasi ke 4.

Selama 120 menit saya menyampaikan secara urut mulai dari latar belakang sejarah atau tahapan revolusi industri mulai dari 1.0 sampai 4.0. Kemudian saya lanjutkan dengan menjelaskan tranformasi kepemimpinan yang saya coba rangkumkan secara 4 tahap, mulai dari 1.0 sampai 4.0.

Menjelang tiga puluh menit terakhir, saya masuk ke sesi BONUS. Sesi baru yang baru pertama kali saya lakukan dalam kesempatan knowledge sharing yang biasa saya lakukan di berbagai kesempatan.

Adanya sesi BONUS ini saya jelaskan di awal pembukaan sharing sebagai salah satu agenda akhir. Saya jelaskan bahwa pada sesi ini saya akan bagi-bagi 10 buah Voucher 4.0 yang dapat dipaai di seluruh toko retail hingga warteg di seluruh Indonesia. Serius… πŸ˜€

BONUS ini saya berikan hanya kepada mereka yang berani menyampaikan gagasan, ide atau pendapat atas satu pertanyaan yang saya berikan. Yaitu, “Bagaimana caranya agar bisa menjadi Pemimpin 4.0?“.

Ada yang antusias langsung mengangkat tangannya, ada juga yang wait and see dan ada juga yang malu-malu di awal tapi akhirnya berani menyampaikan pendapatnya.

Sesi BONUS ini adalah salah satu strategi untuk menjaga konsentrasi mahasiswa agar tetap fokus dari menit pertama sampai menit ke 120. Meskipun saya sudah biasa membawakan sharing-sharing seperti ini dengan joke-joke yang menyegarkan audiens agar tidak bosan, mengantuk atau terlelap. He3x…

Di era Empat Kosong ini kita perlu melakukan terobosan-terobosan baru yang unik dalam sistem belajar mengajar agar output yang kita inginkan dapat tercapai.

Bagi pembaca yang tertarik dengan Voucher 4.0 silahkan berikan pendapatnya atas pertanyaan saya di atas pada kolom komentar… πŸ˜€

Artikel ini telah dibaca sebanyak: 679 kali. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × three =