Artikel ini telah dibaca sebanyak: 76 kali. Terima kasih.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (11/2/2020) mengumumkan nama baru untuk wabah virus corona, yakni Covid-19.

Pernyataan itu disampaikan Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada awak media dalam konferensi pers yang berlangsung di Jenewa, Swiss.

“Saat ini, kami mengumumkan nama baru untuk penyakit ini, dan itu adalah Covid-19,” ujar Tedros sebagaimana diberitakan AFP.

Kepala WHO itu menjelaskan, “co” diambil dari nama corona, kemudian “vi” adalah virus, “d” adalah disease (penyakit), dan 2019 adalah tahun saat wabah itu pertama kali muncul.

Dia mengatakan, pemberian nama baru virus corona dilakukan untuk menghindari adanya stigmatisasi terkait dengan lokasi spesifik, spesies binatang, maupun suku dan bangsa.

Sebelumnya, WHO memberikan nama sementara penyakit tersebut sebagai “penyakit pernapasan akut parah 2019-nCov”, diambil dari novel coronavirus.

Sementara China, negara tempat wabah itu pertama kali dilaporkan, memberikannya nama “pneumonia coronavirus baru” atau disingkat NCP.

Adapun momen penamaan itu terjadi di hari pertama konferensi sains internasional untuk mendiskusikan opsi vaksin guna menangkal Covid-19.

Pejabat asal Eritrea itu menerangkan dia melihat adanya “peluang realistis” untuk menangkal virus yang mulai bekembang di Wuhan.

“Kami bukannya tanpa pertahanan. Kami akan menggunakan momen yang ada untuk menyerang balik dan memeranginya di segala penjuru,” paparnya.

“Jika tidak, maka kami bisa mendapatkan kabar adanya lebih banyak kasus dan membayar harga yang sangat mahal,” lanjut Tedros kembali.

Penulis: Ardi Priyatno Utomo

Editor: Ardi Priyatno Utomo

Artikel Asli

Artikel ini telah dibaca sebanyak: 76 kali. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × four =