Artikel ini telah dibaca sebanyak: 210 kali. Terima kasih.

Melintasnya sebuah kapal pesiar di Perairan Raja Ampat, Papua Barat, Senin (14/4/2020) masih menjadi misteri dan membuat warga heboh. Padahal dalam situasi pandemi, kawasan Raja Ampat telah ditutup.

Keberadaan kapal itu menjadi tanda tanya lantaran kapal pesiar tak diizinkan masuk selama wabah corona.

Tak aktifkan AIS, identitas kapal tak terdeteksi

Salah seorang warga Pulau Mansuar, Kabupaten Raja Ampat Matius menjelaskan, warga melihat kapal itu melintas di peraitan antara Pulau Mansuar dan Batanta.

Kapal itu diketahui melintas sekitar pukul 11. 00 WIT.

Usai mengetahui adanya kapal pesiar misterius, warga menguhubungi pihak-pihak terkait untuk mendeteksi kapal dengan alat navigasi.

“Namun informasi yang kami perokeh bahwa kapal tersebut tidak mengaktifkan alat Sistem Identifikasi Otomatis atau Automatic Identification System atau AIS,” kata Matius, dikutip dari Antara, Selasa (14/4/2020).

Hal itu menyebabkan identitas kapal tak terdeteksi.

Tak berizin, diklaim hanya lewat

Pemerintah daerah juga tak mengetahui asal usul kapal pesiar itu.

Sedangkan, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Raja Ampat Anggiat P Marpaung mengaku, tak ada kapal pesiar yang mengajukan izin berlayar di wilayahnya.

Begitu pula dengan keterangan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kabupaten Raja Ampat M Said Soltief.

PTSP Kabupaten Raja Ampat, kata dia, tak mengeluarkan izin masuk kawasan wisata bagi kapal selama masa pandemi.

Ia kemudian melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Said menyebut, dari hasil koordinasi, kapal tersebut hanya sekadar lewat.

“Kami sudah berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait kapal tersebut hanya lewat perairan Raja Ampat,” ungkap dia.

Artikel Asli

Artikel ini telah dibaca sebanyak: 210 kali. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − one =