Artikel ini telah dibaca sebanyak: 134 kali. Terima kasih.

Sejauh yang saya pahami bahwa mengikuti kebiasan 4 sahabat utama (Khulafaur Rasyidin) juga merupakan sebuah sunnah menurut hadist shahih Sunan Ibnu Majah berikut.

“Kalian akan melihat perselisihan yang hebat sepeninggalku, maka berpeganglah kalian pada sunnahku dan sunnah Khulafa’ur Rasyidin Al Mahdiyin sepeninggalku. Gigitlah ia dengan gigi geraham (peganglah kuat-kuat), dan jauhilah perkara-perkara yang baru (dalam agama), karena setiap bid’ah adalah sesat.”

Tapi tetap saja akan selalu ada pendapat yang berbeda sesuai dengan pemahamannya masing-masing. Bahkan ada yang secara ekstrim dengan membandingkan lebih utama mana mengikuti sunnah Nabi SAW atau sunnah Khulafaur Rasyidin.

Contoh yang paling sesuai di bulan ini adalah terkait sholat Tarawih.

Masih ada saja yang menanyakan keutamaannya. Lebih utama dikerjakan sendiri atau berjamaah (baik di masjid atau pun di rumah seperti kondisi pandemik saat ini)?

Fulan A: Rasulullah SAW hanya 3 hari pertama saja melaksanakannya. Setelah itu dilakukan di rumah sampai beliau wafat. Titik.

Fulan B: Di pertengahan masa kepemimpinan Umar RA, beliau menghidupkan kembali sholat Tarawih berjamaah. Titik.

Video berikut ini akan lebih mengayakan wawasan kita atas pertanyaan tersebut.

Selamat menyaksikan dan semoga bermanfaat.

Artikel ini telah dibaca sebanyak: 134 kali. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one + seven =