Artikel ini telah dibaca sebanyak: 70 kali. Terima kasih.

Bila membaca terjemahan hadistnya sudah sangat jelas.

“Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu.” (HR. Bukhari-Muslim).

Kalau setan dudah dibelenggu, logika kita akan seragam berprasangka bahwa setan tidak bisa menggoda manusia selama bulan suci Ramadhan. Karena setannya tidak bisa pergi kemana-mana.

Tapi ternyata di bulan suci ini masih banyak kita temukan yang tanpa uzur syar’I tidak berpuasa, tidak juga sholat wajib lima waktu dan kemaksiatan tetap terjadi dibelahan bumi mana saja.

Lalu siapa yang menggoda manusia sehingga melakukan hal itu semua? Atau setannya lepas? Atau jangan-jangan kita salah memaknai frase “SETAN DIBELENGGU”? Atau apa?

Ternyata seperti berikut ini penjelasannya.

Selamat menyaksikan sampai selesai dan semoga bermanfaat.

22 Ramadhan 1441H

Artikel ini telah dibaca sebanyak: 70 kali. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 5 =