Artikel ini telah dibaca 6339 kali. Terima kasih.

“yg penting gue untung… yg penting gue gak rugi… terserah orang lain mau gimana… itu bukan urusan gue… gue gak perlu bilang ‘wow’ kalo ada orang yg merasa terugikan dengan apa yg gue lakuin…” ungkapan atau perasaan ini – biasanya tidak diungkapkan secara terang-2an, dalam hati dan pikiran – menjadi hal yg sangat umum di masyarakat kita.

contoh konkritnya: ketika kita nyupir mobil, apakah kita memberikan jalan dengan senang hati kepada penyeberang jalan tanpa harus distop oleh si penyeberang atau polisi? atau kita dengan senang hati memberikan jalan kepada pengendara lain yg ingin pindah jalur ke kiri atau kanan?

less for self adalah lebih banyak mengutamakan orang lain ketimbang dirinya sendiri. orientasinya selalu ingin menyenangkan orang lain atau berbuat yg terbaik utk orang lain dan sejenisnya… perilaku ini adalah salah satu budaya tertinggi dalam sebuah masyarakat. semakin banyak orang-2 yg berperilaku less for selfmaka semakin tinggi budaya dari masyarakat tersebut…

less for self akan memacu kita untuk lebih banyak melayani atau memberikan pelayanan kepada masyarakat. pemimpin yang memiliki jiwa ini akan dicintai oleh masyarakatnya… bila ia adalah seorang pengusaha, maka ia akan dicintai oleh karyawan-2nya… demikian juga bila ia seorang cedekiawan dan ulama… mereka akan menjadi panutan bagi masyarakatnya…

semoga kita semua orang-2 yg less for self. semoga…

Artikel ini telah dibaca 6339 kali. Terima kasih.

Leave a Reply