Artikel ini telah dibaca 5614 kali. Terima kasih.

wpid-wp-1410823248501.jpegDi pertigaan-pertigaan jalan banyak yang tidak ada lampu lalu lintasnya. Polisi yang mengatur pun tidak ada.  Sementara semua pengguna jalan ingin cepat sampai tujuannya masing-masing.  Tidak ada yang mau mengalah. Semua saling serobot. Parahnya, para pengemudi motor malah mengambil jalur lawan sehingga menutupi jalan lawan.  Sudah tahu bahwa itu akan semakin membuat jalan terkunci, tapi tidak dipeduluikannya.  Semua berpikir gimana caranya bisa cepat sampai tujuan agar tidak terlambat datang ke kantor, sekolah dsb. Tapi apa yang terjadi? Bermenit-menit hingga berjam-jam jalan terkunci. Lurus, belok kanan dan kiri semua tidak bisa.  Semua terlambat dan berliter-liter bahan bakar serta tenaga terbuang dengan percuma. Sekali lagi p e r c u m a!  Mau sampai kapan ini kita lakukan?

Yuk, kita belajar bersabar dalam berkendaraan dan belajar bagaimana cara menggunakan jalan-jalan dengan baik agar tidak terjadi pemborosan-pemborosan yang sama sekali tidak ada artinya.  Patuhi semua rambu-rambu dan aturan penggunaan jalan. Berjalanlah pada jalurnya masing-masing, bersabar mengantri dan saling bergantian memberikan jalan secara teratur serta tahu diri bila kita ingin melanggar rambu dan mengganggu pemakai jalan yang lainnya.  Kita harus jadikan hal ini semua sebagai budaya berkendaraan yang baik.

Mari bersama-sama berkomitmen untuk Indonesia yang lebih berbudaya…

Artikel ini telah dibaca 5614 kali. Terima kasih.

2 Comments

  1. saya setuju dengan relokasi sebagian kantor pusat yg ada di jabodetabek ke luar jawa… bisa mengurangi kepadatan jalan… harus ada yg men-study hal ini… siapa ya?

  2. betul mas can….hrs ada terobosan segera.krn budaya di jln adlh cermin bangsa ini.transportasi umum hrs segera ada bus/trem/krl. kl angkot dihapus saja krn kapasitasnya kecil.dan yg penting segera relokasi sebagian industri ke luar jawa.Read more…

Leave a Reply