Artikel ini telah dibaca 154 kali. Terima kasih.

Memang kita terbiasa menilai seseorang dari apa yang kita lihat saja. Tanpa ragu kita bisa langsung menghukumi dosa, haram dan neraka manakala kita melihat orang lain melakukan sebuah perbuatan yang melanggar syariat, melakukan bid’ah dan sejenisnya.

Kadang juga kita membanding-bandingkannya dengan amalan kita sendiri. Kita merasa bahwa kita lebih baik dari orang yang kita hukumi karena telah melakukan perbuatan yang menurut kita telah melanggar syariat.

Ada banyak kisah yang menjelaskan masuknya syurga seseorang bukan karena semata dia telah banyak melakukan perbuatan baik (sesuai syariat), justru sebaliknya.

Kisah sahabat Rasul SAW yang satu ini mengajarkan agar kita tidak mudah menilai amal ibadah seseorang meskipun orang tersebut melakukan perbuatan yang melanggar syariat, bid’ah atau yang sejenisnya.

Rasulullah pernah membela sahabatnya yang pemabuk dan memarahi para sahabat yang menghujatnya begini begitu.

Jangan pernah sekali lagi kalian semua menghujat dan melaknat Nuaiman, meskipun dia seperti ini tapi dia selalu membuatku tersenyum, dia masih mencintai Allah dan Aku, dan tidak ada hak bagi kalian melarang Nuaiman mencintai Allah dan mencintaiku sebagai Rasul.

Selamat menyaksikan dan semoga bermanfaat.

Ramadhan Malam 25

Artikel ini telah dibaca 154 kali. Terima kasih.

Leave a Reply