Artikel ini telah dibaca 167 kali. Terima kasih.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memutuskan memperpanjang kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan diberlakukan masa transisi sejak 5 Juni 2020 lalu. Salah satu poin penting dari Anies ialah ojek online (ojol) sudah bisa beroperasi kembali untuk mengangkut penumpang mulai Senin (8/6).

Kendati demikian, perusahaan ride-hailing mesti menerapkan protokol kesehatan berdasarkan aturan yang tertuang dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan No. 105 tahun 2020 tentang Pengendalian Sektor Transportasi untuk Pencegahan Covid-19 Pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman, dan Produktif.

CNNIndonesia.com pun langsung menjajal fitur layanan angkut penumpang yaitu GrabBike dan Goride yang sudah kembali muncul di halaman beranda aplikasi Grab dan Gojek.

Saya tinggal di daerah Cipayung, Jakarta Timur dan hendak menuju Green Terrace yang berada di wilayah Taman Mini, Jakarta Timur. Pada saat keberangkatan, saya menggunakan layanan Goride dan tidak mengalami kendala apapun, misalnya terlalu lama mendapatkan pengemudi.

Biaya transportasi dari rumah ke Green Terrace sebesar Rp16 ribu dan saya mendapat mitra pengemudi bernama Sugiarto.

Saat Sugiarto tiba di depan rumah, ia meminta saya memakai hand sanitizer terlebih dahulu. Setelah itu ia menawarkan memakai helm yang dibawanya atau memakai helm sendiri.

“Pakai hand sanitizer dulu mba sebelum berangkat. Mau pakai helm sendiri atau pakai dari saya, mba?,” kata Sugiarto sambil menyodorkan hand sanitizer.

Saya memutuskan untuk membawa helm sendiri dari rumah sesuai kebijakan protokol kesehatan yang berlaku.

Ketika di perjalanan menuju Green Terrace, saya mencoba membuka pembicaraan terkait sekat plastik yang merupakan protokol kesehatan Grab. Menurut Sugiarto, ia sudah mendapat himbauan dari Gojek terkait partisi plastik itu namun belum ada informasi lebih lanjut.

“Kita belum dapat, mba. Baru himbauan saja. Pasti pengerjaannya lama kan kita ribuan, mba. Jadi tidak bisa langsung semua dapat,” ucapnya.

Lebih lanjut Sugiarto menceritakan bahwa protokol kesehatan yang diterapkan oleh Gojek ialah sebelum berangkat, penumpang mesti memakai hand sanitizer terlebih dahulu, masker, dan motor yang ia bawa untuk mengangkut penumpang pasti selalu didisinfektan.

Disinfektan dilakukan berdasarkan wilayah tempat tinggal pengemudi, Sugiarto sendiri tinggal di daerah Ceger, Jakarta Timur maka khusus mitra yang tinggal di sekitar Jakarta Timur motor disemprotkan di pos kesehatan Gojek di Jalan Tanah Merdeka.

“Kita tiap minggu mesti semprot. Pokoknya kita harus datang. Penyemprotan untuk wilayah Cipayung dan sekitarnya itu di Tanah Merdeka, lima hari berturut-turut didisinfektan,” jelas Sugiarto.

“Kalau mau antar barang, kita juga harus disinfektan dulu,” tambahnya.

Pengambilan hand sanitizer dan masker pun dilakukan di pos kesehatan Gojek di Tanah Merdeka. Namun Sugiarto sempat mengeluhkan bahwa ia sering kehabisan hand sanitizer dan masker.

Oleh karena itu ia berinisiatif untuk membawa hand sanitizer dan masker sendiri dari rumah.

“Kalau ini [hand sanitizer] saya bawa sendiri tapi sebenarnya dapat dari Gojek, tapi kehabisan terus saya mba. Masker juga sering hanya dapat satu, seharusnya tiga. Jadi kita tiap bulan pasti dapat hand sanitizer dan masker,” tutur Sugiarto.

Sesampainya di Green Terrace, saya luangkan waktu sebentar untuk membeli makanan. Tak berselang lama, saya kembali pulang ke rumah menggunakan GrabBike.

Sama halnya dengan Gojek, saya mudah mendapatkan pengemudi. Jarak antara Green Terrace menuju rumah dipatok tarif Rp14 ribu dan saya mendapat pengemudi bernama Joko.

Saat pengemudi GrabBike itu sampai saya tidak diminta untuk memakai hand sanitizer terlebih dahulu. Selain itu, armada milik Joko juga tidak disematkan sekat plastik sebagai pemisah antara penumpang dan pengendara sesuai protokol Grabprotect.

Joko menjelaskan bahwa sampai hari ini dia belum mendapat panggilan dari Grab untuk mengambil sekat plastik tersebut. Jika sudah tersedia, maka ia akan langsung menuju ke GrabBike Lounge di daerah TB Simatupang, Tanjung Barat, Jakarta Selatan.

“Belum mba [belum dapat sekat plastik], belum ada informasi dari kantor. Nanti kalau sudah bisa diambil, saya ke daerah Tanjung Barat,” kata Joko.

Selain sekat plastik, Joko mengatakan ia juga mendapat hand sanitizer dan masker. Sama halnya dengan Gojek, ada kegiatan penyemprotan motor dengan disinfektan.

Penyemprotan disinfektan itu dilakukan di GrabBike Lounge TB Simatupang mulai pukul 10:00 WIB sampai 14:00 WIB.

“Iya ada sekat plastik, hand sanitizer sama masker. Di Grab juga ada penyemprotan disinfektan dan disemprot di Tanjung Barat juga dari jam 10 pagi sampai jam 2 siang,” jelas Joko. (din/fea)

Artikel Asli

Artikel ini telah dibaca 167 kali. Terima kasih.

Leave a Reply