Artikel ini telah dibaca 274 kali. Terima kasih.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk membuka kembali pusat perbelanjaan atau mal di ibu kota mulai 15 Juni 2020. Izin yang dikeluarkan ini seiring dengan perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta.

Anies menyatakan pembukaan sektor-sektor usaha akan dibuka secara bertahap dan mesti menerapkan protokol kesehatan ketat.

Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman memastikan sejumlah protokol kesehatan yang mesti diimplementasikan pengelola mal. Pertama, harus memiliki kapasitas lahan parkir luas dan akses publik yang memadai.

Kedua, Dicky menyarankan pembukaan gerai di dalam mal harus bertahap, utamakan gerai yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat. Misalnya, restoran dan keperluan sehari-hari.

“Mal yang dibuka hendaknya berada di zona aman (hijau), memiliki kapasitas parkir luas dan juga akses public memadai. Selain itu, pembukaan gerai harus bertahap, utamakan yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat dulu seperti yang menyediakan bahan makanan, resto, dan keperluan harian,” kata Dicky saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (11/6).

“Area food court ditutup dulu dan hanya take away,” sambungnya.

Ketiga kata Dicky, pengelola gerai perlu memastikan tempat usahanya telah memberikan informasi yang memadai terkait protokol kesehatan seperti pengunjung dihimbau untuk jaga jarak.

Keempat pada bagian kasir mesti dipasang pelindung tair (plexi glass) dan di pintu masuk gerai, tempatkan petugas yang bertugas untuk mengatur kapasitas pengunjung.

Kelima, setiap pengunjung mal wajib menggunakan masker dan tidak bergerombol lebih dari tiga orang, dan jangan lupa untuk selalu menjaga jarak.

“Bagus bila skrining suhu saat masuk. Lansia dan anak di bawah 12 tahun, saya tidak sarankan ke mal dulu,” pungkas Dicky.

Sebelumnya, perkantoran dan rumah makan sudah lebih dulu beroperasi sejak 8 Juni 2020 lalu. Hal yang sama berlaku untuk kegiatan olahraga di luar ruangan, kegiatan sosial budaya, perpustakaan, dan galeri.

Selain itu, Anies menyebut taman rekreasi, baik dalam ruangan maupun luar ruangan, baru bisa beroperasi pada 20 atau 21 Juni.

Anies juga mengingatkan kapasitas tamu di tempat-tempat fasilitas umum harus dikurangi setengah dari kapasitasnya dengan tetap menerapkan jarak sosial atau social distancing. (din/mik)

Artikel Asli

Artikel ini telah dibaca 274 kali. Terima kasih.

Leave a Reply