Artikel ini telah dibaca 256 kali. Terima kasih.

Siapa tak kenal Satya Nadella? Namanya mungkin sudah tidak asing lagi sejak menjadi CEO Microsoft sejak 2014. Sejak saat itu pula dia berhasil menjadi anak buah Bill Gates yang sukses.

Dilansir dari The Street, Rabu (29/7/2020), pria kelahiran India pada 53 tahun yang lalu ini memiliki kekayaan bersih US$ 387 juta atau setara Rp 5,611 triliun per Maret 2020. Dia juga memiliki sekitar 280.174 saham Microsoft, yang bernilai lebih dari US$ 185 juta.

Kekayaannya itu didapat sejak menjabat sebagai CEO. Dia masuk dalam jajaran bos teknologi dengan bayaran sangat tinggi. Pada 2019 saja tercatat memperoleh gaji sekitar US$ 50 juta.

Sosoknya yang tak pernah berhenti belajar dan bekerja keras mungkin kunci dari kesuksesannya saat ini. Dilansir dari Yo Success, diketahui dia merasa hanya punya waktu luang selama 15 menit di pagi hari. Selebihnya digunakan untuk bekerja dan belajar.

Seperti anak kecil pada umumnya, masa kecilnya dihabiskan dengan bermain di India. Lalu ia mengenyam pendidikan di Sekolah Negeri Hyedrabad, Begumpet. Setelah akhirnya meraih Sarjana Teknik Elektro dari Manipal Institute of Technology.

Mimpinya untuk merajut kehidupan yang lebih baik dimulai saat dia melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat (AS). Ia memang berambisi tinggi sejak muda dan keluarganya sangat mementingkan pendidikan.

Di negeri Paman Sam, Satya meraih dua gelar master sekaligus. Satu di Ilmu Komputer dari University of Wisconsin dan satu lagi bidang Administrasi Bisnis di University of Chicago.

Sebelum di Microsoft, bisa dibilang dia memulai segalanya dari nol. Dia mengawali sepak terjangnya dengan bekerja sebagai staf di bidang teknologi di perusahaan Sun Microsystem.

Satya sempat kembali ke India untuk bekerja sebagai Komisi Perencanaan di bawah Perdana Menteri Manmohan Singh. Tim ini yang memberikan masukan kepada pemerintahan di berbagai sektor.

Selama karirnya, dia selalu ditemani oleh sang istri yang telah bersamanya sejak 1992, yaitu Anupama Nadella. Wanita ini telah menjadi kekasihnya sejak mereka di sekolah menengah ke atas.

Dari pernikahannya tersebut dia dikarunia tiga anak dan saat ini Washington dipilih sebagai tempat tinggal utama mereka.

Karir Cemerlang di Microsoft

Sejak bergabung dengan Microsoft yang berbasis di Redmond pada 1992, karirnya terus meningkat setiap beberapa tahun. Tercatat Satya pernah menjabat sebagai Vice President of the Microsoft Business Division, Senior Vice President of Research and Development Online Services Division, dan Vice President of Server and Tools Business.

Jabatan terakhirnya sebelum menjadi CEO Microsoft adalah Executive Vice President of Cloud and Enterprise. Pada posisi ini, dia bertugas membentuk strategi untuk Microsoft di bidang Cloud hingga sistem back-end untuk layanan online-nya.

Melalui Cloud, Satya membantu menjalankan dan mengintegrasikan layanan Microsoft seperti Bing, SkyDrive, Xbox Live, Windows Server, dan Visual Studio. Layanan ini, terutama Office, menjadikan posisi Microsoft di bidang Cloud cukup kuat.

Hingga akhirnya 2014, Satya didapuk menjadi CEO Microsoft menggantikan Steve Ballmer. Di bawah kepemimpinannya, Microsoft terus naik keuntungannya dan semakin jaya di bisnis Cloud, tidak cuma software.

Di bawah kepemimpinannya, pendapatan yang diperoleh perusahaan dari layanan Cloud melonjak langsung dari US$ 16,6 miliar (2011) menjadi US$ 20,3 miliar (2013).

Pada akhir 2015, perusahaan telah mengakuisisi perusahaan pengembangan video game Mojang sebesar US$ 2,5 miliar. Selain itu, di bawah kepemimpinannya pula Microsoft telah tumbuh menyalip Exxon Mobil menjadi perusahaan ke-2 yang paling berharga dengan US$ 410 miliar pada akhir 2015.

Artikel Asli

Artikel ini telah dibaca 256 kali. Terima kasih.

Leave a Reply