Artikel ini telah dibaca 18 kali. Terima kasih.

Siapa yang tak tahu Bill Gates? Namanya seakan betah berada dalam deretan orang terkaya di dunia. Sejak usia 32 tahun, dia sudah masuk dalam daftar orang terkaya di dunia.

Dilansir dari Forbes, Senin (9/11/2020), pria kelahiran Seattle, Washington, pada 28 Oktober 1955 ini memiliki kekayaan bersih US$ 118,2 miliar atau setara dengan Rp 1.666,6 triliun. Kekayaan itu membawanya kini berada di urutan ketiga terkaya di dunia.

Bagaimana bisa dia memperoleh kesuksesan itu? Sebagian besar kekayaannya berasal dari perusahaan perangkat (software) lunak komputer terbesar di dunia, Microsoft yang didirikannya sejak usia 20 tahun bersama temannya, Paul Allen.

Sejak remaja, dia selalu memiliki pemikiran bisnis dan hasrat yang luar biasa untuk pemrograman. Sejak usia 13 tahun, ketika sekolahnya menyertakan sistem komputer arsitektur mikro, Bill Gates dan temannya itu biasa menghabiskan sebagian waktu untuk menulis program dan menerapkan ide eksperimen mereka melalui pemrograman.

Suatu waktu, ada ayah temannya yang merupakan seorang programmer senior di Computer Center Corporation (CCC). Saat itu kondisinya sedang menderita kerugian finansial yang sangat besar karena para peretas, hingga akhirnya Gates ditawarkan untuk bekerja mencari tahu kelemahan dari keamanan sistem agar mereka dapat melakukan pertahanan yang tepat terhadap para peretas.

Sejak saat itu Gates terus menjadi bagian dari CCC. Pada 1971, Gates ditawari membuat perangkat lunak untuk CCC. Kali itu dia dibayar untuk perangkat lunak tersebut setiap kali organisasi memperoleh keuntungan.

lanjut ke halaman berikutnya

Dalam satu tahun, Gates mengalami krisis finansial sangat besar karena menggunakan beberapa software bajakan. Namun dia tidak putus asa, hingga akhirnya memilih tidak melanjutkan kuliahnya di Universitas Harvard demi membesarkan Microsoft. Lepas 30 tahun kemudian, barulah kampus memberikan gelar doktor kehormatan kepadanya.

Akhirnya Gates meluncurkan MS-BASIC dan menghasilkan keuntungan sebesar US$ 500.000. Pada 1979 perusahaan Amerika Serikat (AS) yang memproduksi dan menjual perangkat keras-perangkat lunak komputer, International Business Machines (IBM) memutuskan untuk meluncurkan komputer pribadi pertama di dunia dan Microsoft ditawari untuk mengembangkan sistem operasi yang sama.

Sayangnya pada saat itu Microsoft tidak memiliki draft untuk membuat sistem operasi (OS), sehingga mereka merekomendasikan perusahaan lain bernama Digital Research untuk mengembangkan OS mereka.

Namun Microsoft membeli sistem OS 86-DOS hingga kemudian menyempurnakannya dalam skala yang lebih besar dan setiap hari, akhirnya MS-DOS diluncurkan.

Microsoft kemudian menawarkan IBM untuk menggunakan MS-DOS sebagai OS utama untuk komputer pribadi pertama mereka yang akan diluncurkan. IBM pun menerima tawaran tersebut hingga kemudian Microsoft mengalahkan Digital Research.

Pada 1980, Microsoft dan IBM menandatangani kontrak dan kemudian datang tahun 1981, ketika Microsoft menjadi Microsoft Corporation. Pada saat yang sama, IBM meluncurkan komputer pribadi pertama di dunia dengan MS-DOS dan beberapa produk Microsoft lain di dalamnya seperti MS-BASIC, MS-COBOL, MS-PASCAL.

Dari situ lah kesuksesannya mulai terlihat. Namun pada tahun 2000 Gates memutuskan untuk lengser dari posisi CEO Microsoft. Dia bersama istri lebih memilih mendirikan yayasan Gates & Melinda Foundation untuk mengatasi kesenjangan dunia dan berbagai masalah kesehatan.

Walaupun banyak mengumpulkan pundi-pundi kekayaan, Gates memang dikenal sangat dermawan. Terbaru, yayasannya itu menggelontorkan dana kurang lebih Rp 1,36 triliun untuk penanganan virus Corona seperti untuk pengembangan vaksin, penguatan deteksi virus, hingga pencegahan virus.

DETIK

Artikel ini telah dibaca 18 kali. Terima kasih.

Leave a Reply