Artikel ini telah dibaca 190 kali. Terima kasih.

Saya pernah menyampaikan dalam sebuah seminar dg tema membangun ekonomi umat dan tantangannya…

Secara singkat yang terkait dengan 212Mart dan KitaMart, kendala yang kita hadapi antara lain:

1. Keterbatasan jumlah produk
2. Harga jual yang belum kompetitif
3. Biaya operasional yang masih tinggi

Kali ini saya ingin fokuskan ke nomor 2 saja. Karena ini terkait dengan umumnya mindset kita (pembeli) yang inginnya beli apa saja di 212Mart atau KitaMart milik dengan harga yang murah.

“Masak beli di mart sendiri masih mahal? Lebih mahal dari mart sebelah… ”

Komentar-komentar sejenis ini sering kita dengar. Memang sesuai dengan realitanya seperti itu.

Tapi sebenarnya, mahal juga kan harusnta tidak mengapa. Karena kalau ada untungnya juga tetap akan kembali ke para anggota sendiri dalam bentuk SHU (Sisa Hasil Usaha) yang proporsional dengan modal setor dan keaktifan dalam berbelanja para anggotanya. Betul tidak?

Selain itu yang tidak kalah pentingnya juga adalah mudah-mudahan ada nilai pahala atas semua transaksi para anggotaya. Karena mereka sedang berusaha menggerakkan dan mengembangkan ekonomi umat. Dari anggota, untuk anggota.

Insyaa Allah ada nilai pahala yang kekal atas niat dan usaha setiap kali mereka berbelanja di semua mart yang dimiliki oleh umat Islam.

Hal ini yang mungkin belum tentu didapatkan ketika kita belaja di tempat lain yang hanya membeli karena harganya lebih murah seratus dua ratus rupiah saja.

Coba sekali lagi kita renungi. Mudah-mudahan dengan mengubah mindset kita dalam soal harga yang lebih mahal akan bisa berubah.

Cikarang, 7 April 2021

Artikel ini telah dibaca 190 kali. Terima kasih.

Leave a Reply