Artikel ini telah dibaca 4913 kali. Terima kasih.

Untuk mengatur lalu lintas atau mengatasi kemacetan-kemacetan yang terjadi di jalan-jalan perkotaan atau di jalan-jalan bebas hambatan, para ahli telah melakukan risetnya diawal tahun 1990-an yang dikenal dengan Intelligent Transportaion Systems (ITS). ITS ini meliputi beberapa aspek penelitian yang terpacu oleh kemajuan perkembangan teknologi informasi khususnya internet dan komunikasi wireless.

ITS merupakan suatu sistem komunikasi informasi secara wireless yang terintegrasi, digunakan untuk keperluan pengaturan lalu lintas seperti mengurangi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, efektifitas lalu lintas dan pengaturan masalah linkungan. Bagi para pengguna jalan raya khususnya para supir, ITS diharapkan dapat mengurangi beban mental akibat kemacetan pada saat mengemudi.

Umumnya teknologi ITS ini diterapkan untuk VICS (Vehicle Information and Communication System), ETC (Electronic Toll Collection System) dan DSRC (Dedicated Short Range Communication).

VICS

VICS digunakan untuk menyampaikan informasi kemacetan lalu lintas secara real time dengan mengunakan kombinasi pancaran sinyal gelombang beacon yang dihasilkan dari gelombang FM dan band 2.5GHz serta cahaya atau sinar beacon.

VICS terdiri dari 4 bagian penting yang saling terkait satu sama lainnya. Bagian -bagian tersebut adalah pengumpul informasi (pengaturan lalu lintas tingkal lokal, propinsi dan pusat), pengolah data, penyaji data, dan visualisasi data. Data-data yang masuk dari bagian pengumpul informasi diolah di pusat pengolahan data (VICS station). Selanjutnya data-data tersebut dipancarkan menggunakan pancaran ketiga sinyal ke terminal penerima yang terpasang di setiap mobil. Pada terminal data divisualisasikan agar dapat dibaca atau dilihat oleh pengemudi tentang informasi kerapatan lalu linstas dilokasi sekitarnya atau lokasi lain secara real time (Gambar 1).


VICS
Gambar 1. VICS (sumber: www.vics.or.jp/english/vics/structure.html)

ETC

Kemacetan yang sering terjadi di jalan bebas hambatan (jalan tol), umumnya terdapat di pintu-pintu pembayaran keluar dan masuk. Hal ini disebabkan adanya transaksi pengambilan tiket masuk dan pembayaran tiket. Sebagai salah satu solusi yang sudah diterapkan di negara-negara maju seperti Jepang misalnya adalah dengan menerapkan sistem pembayaran otomatis dengan menggunakan ETC. ETC ini cukup efektif untuk mengatasi kemacetan di gerbang-gerbang jalan bebas hambatan.

Pengemudi tidak harus menghentikan kendaraannya untuk sekedar mengambil tiket masuk atau melakukan pembayaran. Mobil-mobil yang sudah dilengkapi sistem ETC dapat langsung masuk dan keluar jalan tol melalui jalur khusus ETC yang tersedia di pintu masuk atau keluar jalan tol. Gerbang khusus ETC akan terbuka secara otomatis bila ada kendaraan yang memiliki ETC (Gambar 2).

Mobil pengguna sudah dilengkapi peralatan pemancar dengan frekuensi 5.8GHz dan sistem pembayaran ETC yang berisi data pengemudi. Semua pembayaran tol akan langsung ditarik dari rekening bank atau kartu kredit para pengemudi.


ETC
Gambar 2. ETC (sumber: www.oki.com/jp/SSC/ITS/eng/etc.html)


DSRC
Gambar 3. DSRC (sumber: www.tele.soumu.go.jp/e/system/ml/its/details/dsrcimg.htm)

DSRC

DSRC merupakan pengembangan lebih jauh dari ETC dengan menggunakan frekuensi 5.8GHz yang sama. Peralatan ini dipasang pada sisi jalan yang berfungsi sebagai stasiun dan di mobil yang berfungsi sebagai penerima. Komunikasi dua arah antara stasiun dan terminal atau penerima DSRC pada satu area atau sel dilakukan dengan kecepatan yang cukup tinggi. Dengan menggunakan sistem DSRC ini pengemudi dapat mendapatkan data-data atau informasi lalu lintas yang diinginkan saat berada dalam area DSRC (di tempat parkir, pengisian bensin dan lain-lain) (Gambar 3).

Artikel ini telah dibaca 4913 kali. Terima kasih.

Leave a Reply