Artikel ini telah dibaca 6319 kali. Terima kasih.

tmcbeberapa hari yg lalu saya mampir ke sebuah toko buku seibunkan (toko buku yg hampir ada disetiap kota-2 di jepang). dalam satu barisan buku-2 yg saya scaning secara sekilas, ada satu buah buku yg menarik perhatian saya. “toyota no kuchi guse” (tnkg). toyota = perusahaan mobil terkenal toyota, kuchi = mulut dan guse = kebiasan. artinya dalam bahasa kita “kebiasan bicara di toyota”.

tnkg ini yg menjadi salah satu faktor kemajuan dari perusahaan mobil toyota. kebiasaan bicara yg selalu diucapkan oleh para pimpinan atau penanggung jawab (kepala pabrik, leader, manager dst yg memiliki posisi atasan dan tanggung jawab).

buku itu menjelaskan beberapa kuchi guse yg sering dipakai oleh mereka-2 yg memiliki tanggung jawab di toyota. salah satu yg ingin saya sharing di sini adalah sebuah kuchi guse “ore ga itte kita, omae wa itta ka?”, yg dalam bahasa gaul kita sehari-hari “gua udah turun ke lapangan, elo udah turun belon?”. ini yg selalu diucapkan atasan-2 di toyota ketika mendapat laporan trouble dari bawahannya. satu kebiasaan di toyota, ketika ada masalah langsung keluar laporan dari bawahan. tapi oleh atasan atau si penanggung jawab laporan tsb tidak dibaca dulu. diletakkan di atas mejanya lalu si atas langsung turun ke lapangan melihat dg mata kepalanya sendiri apa yg sedang terjadi di pabrik itu. setelah si atasan tadi lihat, baru kemudian dia bacanya laporan dari bawahannya. beberapa kemudian diadakan rapat terkait masalah tadi. sebelum rapat atasan tadi mengeluarkan kuchi guse, “gua udah turun ke lapangan, elo udah turun belon?”. kalau ada peserta rapat yg belum turun ke lapangan dan lihat sendiri apa yg sedang terjadi, maka rapat ditunda…

seorang atasan yg sebelumnya menjadi bawahan betul merasakan ungkapan begitu dahsyat dalam menyelesaikan masalah-2 yg muncul saat itu. dg turun langsung ke lapangan kita akan dapat mengetahui secara langsung apa yg sebenarnya terjadi. tidak terpaku pada laporan bawahan yg kadang dan kemungkinan disamarkan kondisi yg sebenarnya karena khawatir disalahkan oleh atasannya. sehingga ada kemungkinan laporannya dibuat tadi menjadi tidak valid. maka sebelum membaca laporan tadi, para atasan di toyota langsung turun dahulu ke gemba (pabrik).

dan memang, kebiasan para atasan di jepang kerjanya tidak duduk-2 di meja kantor saja utk acc atau terima laporan jadi dari bawahannya. tapi selalu mondar-mandir kantor, pabrik, kantor, pabrik dan seterusnya… dan ini saya lihat sendiri ketika saya menemani vice presiden perusahaan indonesia yg terkait dg toyota datang ke pabrik toyota langsung. para atasan turun ke pabrik utk ngecek kondisi lapangan, dikusi dg buruh-2 yg bekerja menanyakan apakah ada masalah dsb.

tidak heran kalau perusahaan jepang berhasil dan berada di papan atas perusahaan-2 internasional…

bisakah kita mencontohnya?

Artikel ini telah dibaca 6319 kali. Terima kasih.

1 Comment

  1. Masaki Imai juga pernah mengulasnya ya mas….di bukunya Gemba Kaizen……kritik buat bos2 perusahaan di Indonesia untuk turun langsung ke lapangan (gemba)…..tulisan cukup insightful Mas…….keep writing

    Donny

Leave a Reply