Artikel ini telah dibaca 7874 kali. Terima kasih.

Barusan saya terima pesan di bb saya… Menyentuh… Mudah2an bangsa ini memiliki kepribadian seperti ibu, supir angkota dan pemuda dermawan dlm cerita ini… Begini pesan bb yg saya terima…True story … Inspiring story…

Suatu hari saya naik angkutan kota dari Darmaga menuju Terminal Baranangsiang, Bogor. Pengemudi angkot itu seorang anak muda. Didlm angkot duduk 7 penumpang, termasuk saya. Masih ada 5 kursi yg blm terisi.

Di tengah jalan, angkot2 saling mnyalip utk berebut penumpang. Tapi ada pmandangan aneh. Di depan angkot yg kami tumpangi, ada seorang ibu dgn 3 org anak remaja berdiri di tepi jalan. Tiap ada angkot yg berhenti dihadapannya, dari jauh kami bisa melihat si ibu bicara kpd supir angkot, lalu angkot itu melaju kembali.

Kejadian ini terulang beberapa kali.
Ketika angkot yg kami tumpangi berhenti, si ibu bertanya “Dik, lewat terminal bis ya?”, supir tentu menjawab “ya”.

Yang aneh ibu tdk segera naik. Ia bilang “tapi saya dan ke 3 anak saya tdk punya ongkos.” Sambil tersenyum, supir itu menjaawab “gak papa Bu, naik saja”, ketika si Ibu tampak ragu2, supir mngulangi perkataannya “ayo bu, naik saja, gpp”

Saya terpesona dgn kebaikan Supir angkot yg msh muda itu, di saat jam sibuk dan angkot lain saling berlomba utk mncari penumpang, tapi si Supir muda ini merelakan 4 kursi penumpangnya utk ibu & anak2nya.

Ketika sampai di terminal bis, 4 penumpang gratisan ini turun. Si Ibu mengucapkan terima kasih kpd Supir.
Di belakang ibu itu, seorang penumpang pria turun lalu membayar dgn uang Rp.20rb.

Ketika supir hendak memberi kembalian (ongkos angkot hanya Rp.4rB) Pria ini bilang bahwa uang itu utk ongkos dirinya & 4 penumpang gratisan tadi. “Terus jadi orang baik ya, Dik ” kata pria tsb kepada sopir angkot muda itu

Sore itu saya benar2 dibuat kagum dgn kebaikan2 kecil yg saya lihat. Seorang Ibu miskin yg jujur, seorang Supir yg baik hti, dan seorang penumpang yg budiman.
Mereka saling mendukung utk kebaikan… O:)

(Kukuh Nirmala, di Jakarta)
Andai separuh saja bangsa kita seperti ini, maka dunia akan takluk oleh kebaikan kita
(*) Mari jadikan Indonesia lebih baik(*)

Artikel ini telah dibaca 7874 kali. Terima kasih.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − twenty =