Artikel ini telah dibaca 7473 kali. Terima kasih.

(studi kasus: line tube dan hose)

Masih ingat dengan tulisan Change or Die yg pernah saya rilis tgl 4 juni 2009?  Tulisan itu saya buat 4 hari setelah saya diberikan tugas baru dari departemen qa ke departemen produksi seksi tube dan hose.  Tulisan itu secara khusus saya tujukan kepada sesiapa yang saat itu mendapatkan tugas dan tempat kerja baru. Dalam kondisi yang serba baru itu kita dituntut utk bisa beradaptasi dengan lingkungan kerjanya secepat mungkin. Kalo tidak, bisa berabe… yg terberat buat saya yg kebetulan saat itu juga mendapatkan tugas? yg baru di departemen produksi seksi tube dan hose adalah harus bisa merubah lingkungan kerja yg katanya (senior-2) sangat sulit. karena banyak proses manual yg pengerjaannya tergantung mood-nya pekerja. Khususnya terkait budaya kerjanya. Ini tantangan yg bukan main-2. Karena umunya banyak yg gagal ketika berhadapan dengan perubahan budaya kerja. Bukan hanya kita yg orang indonesia saja yang gagal, bahkan orang asing jepang pun juga sering gagal utk merubah budaya kerja orang asing yg berbeda dengan budaya kerjanya. Siapa pun akan kesulitan utk merubah kebiasaan orang yg sudah mendarah daging. But it was the challenge

Time flows like an arrow… Waktu berjalan begitu cepatnya, melesat bagaikan anak panah yg dilepaskan dari busurnya. Tiba-2 sekarang sudah 10 bulan berlalu sejak saya dipindahkan dan sekarang sudah memasuki tahun fiskal baru, 2010 – 2011… pasti banyak perubahan yg telah terjadi selama kurun waktu itu… lojiknya begitu.. tapi belum tentu. Perlu dibuktikan dengan data-2 dan fakta yg dapat dipakai sebagai acuan bahwa telah terjadi perubahan. Apakah perubahannya biasa-2 saja atau drastis?  Skala kecil atau besar? Parsial atau komplit? Positif atau negatif? Dan yang terpenting, bila telah terjadi perubahan yang positif apakah hal itu diketahui dan diakui oleh orang luar atau tidak? Ini yang terberat. Meskipun seluruh anggota seksi tube dan hose menyatakan bahwa kami telah berubah, tapi kalo hal itu tidak di-recognize oleh orang lain, maka sama artinya tidak terjadi perubahan apa pun di sana. Itu artinya bahwa kita telah gatot, alias gagal total! Dalam rangka inilah, saya ingin men-sharing apa yg telah dilakukan oleh anggota tube dan hose. Dengan harapan apa yg telah dilakukan oleh seluruh anggota tube dan hose dapat diambil nilai-2 positifnya oleh siapa saja yg menghendaki perubahan… kebetulan saja studi kasusnya kali ini di tube dan hose line…

Pada bagian pertama tulisan change or die tgl 4 Juni 2009, saya menjelaskan adanya 7 faktor yg menyebabkan kegagalan dalam mengahadapi perubahan. Faktor pertama adalah kita tidak merasa perlu berubah. mau kita ubah kaya apa pun, tapi kalo objeknya tidak merasa perlu berubah, maka kerja kita akan sia-2. Persis kata lagunya skid row, Wasted time… karenanya, selama 2 minggu pertama di tempat yg baru itu saya berusaha ingin mendapatkan info sebanyak-2nya dari berbagai sumber (para manager produksi) selain dari internal seksi saya sendiri. Saya ingin tahu kondisi tube dan hose dalam segala hal dalam waktu yg sesingkat-2nya. Yg ingin saya cari adalah faktor apa yg dapat dijadikan dasar agar tim tube dan hose merasa perlu berubah…

bagian kedua…

Artikel ini telah dibaca 7473 kali. Terima kasih.

1 Comment

  1. Saya harap untuk menginformasikan aktivitas tsb k manager lain?tak tutup kemungkinan qta\DNIA semakin maju……

Leave a Reply