Artikel ini telah dibaca 6405 kali. Terima kasih.

wpid-wp-1410949754852.jpegalmahrum gombloh penyanyi asal surabaya pernah merilis lagu “kugadaikan cintaku” dan menjadi hit pada jamannya. berbeda dengan yang satu ini.  para anggota dprd situbondo jawa timur terpilih setelah diangkat dan di-sk-kan langsung membawa surat sk tersebut ke kantor pegadaian.  lho, untuk apa? 

ternyata karena untuk menutupi hutang-hutangnya semasa kampanye legislatif yang lalu, mereka terdesak yang untuk segera mengembalikannya. maksimal yang dapat diberikan oleh pegadaian setempat adalah rp. 300.000.000. wow! baru tahu saya kalau sk dprd itu dapat dipakai sebagai jaminan hutang sebagaimana surat-surat penting lainnya seperti sertifikat bangunan, bpkb dsj.

saya sangat setuju bila pilkada dikembalikan ke sistem tidak langsung karena akan banyak menghemat biaya pilkada pemerintah dan calon yang bersangkutan.  dengan adanya gadai sk dprd ini sepertinya kita perlu juga memikirkan sistem pemiihan anggota legislatif daerah maupun pusat yang murah dan tidak berdampak kepada ekonomi para caleg.

saya khawatir kalau kepada daerah dan anggota dewan terpilihnya banyak terkendala karena faktor ekonomi. alih-alih diamanahkan bekerja untuk melayani rakyat, tapi bila urusan dapurnya terbengkalai, apakah mungkin mereka bisa bekerja melayani untuk rakyat? apakah mereka malah tidak membebani pemerintah manakala banyak aktifitas-aktifitas yang lebih untuk menguntungkan diri mereka sendiri? hmm… sebuah tanda tanya yang besar…

kepada teman-teman semua yang ingin banget jadi kepala daerah atau anggota legislatif daerah atau pun pusat, saya sarankan agar jangan terlalu memaksakan diri menjadi pejabat bila tidak punya backup ekonomi yang lebih dari sekedar cukup. karena bila terpilih pun belum tentu bisa mengembalikan modal yang telah dikeluarkan. apalagi bila gagal…

ayah saya selalu berpesan, “jangan terjun ke dunia politik sebelum kamu menjadi seorang yang kaya raya. karena kamu tidak akan bisa ikhlas mengabdi untuk rakyat manakala ekonomimu masih pas-pasan…”  sepertinya memang demikian adanya…

Artikel ini telah dibaca 6405 kali. Terima kasih.

5 Comments

  1. biasa itu bos… mulai dulu gitu, cuma sekarang aja jadi berita… tetangga qu yg DPRD kota sby belum 3 th sdh punya rmh 2 diprmahan menengah…

Leave a Reply