Artikel ini telah dibaca 5549 kali. Terima kasih.

kadang memang sulit membedakan antara keduanya mana yang karena nafsu dan mana  yang karena kesombongan kita ketika kita melakukan sebuah pelanggaran. penjelasan Sufyan ats-Tsaury berikut ini dapat memberikan pembedaan yang jelas tentang keduanya. semoga bisa mencerahkan kita semua. aamiin… selamat membaca…
————————————

Sufyan ats-Tsaury berkata:
Setiap kemaksiatan yang timbul dari dorongan nafsu, masih bisa diharapkan ampunannya.

Setiap kemaksiatan yang timbul dari dorongan kesombongan, maka tidak dapat diharapkan ampunannya.

Sebab kedurhakaan Iblis bersumber dari sikap sombong,
sedangkan ketergelinciran Nabi Adam akibat dorongan nafsu.

[Nashaihul ‘Ibad, al-Imam Nawawi al-Bantani*]

Mereka yang bermaksiat karena nafsunya, maka mereka sadar atas kesalahannya. Mereka sadar bahwa mereka tidak punya alasan di hadapanNya. Maka mereka sadar bahwa taubat adalah jalan satu-satunya. Dan tidak ada taubat, kecuali berbalas ampunanNya.

Sedangkan mereka yang bermaksiat karena kesombongannya, maka mereka menganggap maksiat mereka bukanlah kesalahan. Mereka merasa setiap maksiat memiliki alasan. Mereka merasa sudah dewasa dan berhak sendiri memutuskan. Mereka merasa berhak berbeda dengan para pemilik ilmu, walau hanya berbekal akal pikiran. Mereka tidak akan berpikir untuk taubat kepada ar-Rahman. Lalu dengan apakah mereka mendapatkan ampunan?

Allahuma laa tada’lanaa dzanban illaa ghofartah..
Ya Allah, janganlah Engkau tinggalkan dosa pada diri kami kecuali Engkau mengampuninya..

Artikel ini telah dibaca 5549 kali. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen − 4 =