Artikel ini telah dibaca 4556 kali. Terima kasih.

berkahDalam satu farewell di sebuah perusahaan, saya katakan bahwa kebarokahan itu bukan karena sukses memperoleh (offer) gaji yang besar.

Saya ceritakan satu kisah tentang seseorang yg curhat kepada satu imam besar terkenal bahwa kenapa ya kok meski gajinya (penghasilannya) besar tapi kok dia selalu merasa kekurangan terus. Sang imam menyarankan agar dia meminta bos-nya untuk mengurangi gajinya. Beberapa waktu kemudian dia balik lagi ke sang imam dan bilang masih juga merasa hidup susah kekurangan. Sang imam kembali menyarankan  minta lagi ke bos-nya untuk mengurangi lagi gajinya.

Setelah sekian waktu orang itu menemui sang imam dan bilang anehnya kini setelah gajinya minta diturunkan dua kali dia merasa kecukupan.

Sang imam berkata, “Inilah kebarokahan. Gaji kamu sebelumnya itu meski besar tapi tidak barokah karena tidak sesuai dengan kapasitas kerja kamu. Itu tidak adil (bagi perusahaan). Kini gajimu pas dengan kapasitas (performa) kamu maka kebarokahan menyertaimu”.
APA ITU “BAROKAH” ?

Barokah adalah kata yang  diinginkan oleh hampir semua hamba yang beriman, karenanya orang akan mendapat limpahan kebaikan dalam hidup.

Barokah bukanlah cukup dan mencukupi saja, tapi barokah ialah  ketaatanmu kepada Allah dengan segala keadaan yang ada, baik berlimpah atau sebaliknya.

Barokah itu: “albarokatu tuziidukum fi thoah” ~ barokah menambah taatmu kepada Allah.

Hidup yang barokah bukan hanya sehat, tapi kadang sakit itu justru barokah sebagaimana Nabi Ayyub A.S, sakitnya menambah taatnya kepada Allah.

Barokah itu tak selalu panjang umur, ada yang umurnya pendek tapi dahsyat taatnya layaknya Musab ibn Umair.

Tanah yang barokah itu bukan karena subur dan panoramanya indah, karena tanah yang tandus seperti Makkah punya keutamaan di hadapan Allah tiada yang menandingi.

Makanan barokah itu bukan yang komposisi gizinya lengkap, tapi makanan itu mampu mendorong pemakannya menjadi lebih taat setelah makan.

Ilmu yang barokah itu bukan yang banyak riwayat dan catatan kakinya, tapi yang barokah ialah yang mampu menjadikan seorang meneteskan keringat dan darahnya dalam beramal dan berjuang untuk agama Allah.

Penghasilan barokah juga bukan gaji yang besar dan bertambah, tapi sejauh mana ia bisa jadi jalan rizqi bagi yang lainnya dan semakin banyak orang yang terbantu dengan penghasilan tersebut.

Anak-anak yang barokah bukanlah saat kecil mereka lucu dan imut atau setelah dewasa mereka sukses bergelar dan mempunyai pekerjaan dan jabatan hebat, tapi anak yang barokah ialah yang senantiasa taat kepada Rabb-Nya dan kelak di antara mereka ada yang lebih shalih dan tak henti-hentinya mendo’akan kedua orang tuanya.

Semoga segala aktifitas kita hari ini  barokah… Amien…

Sumber: Sosmed, Anonymous, Edited

Artikel ini telah dibaca 4556 kali. Terima kasih.

Leave a Reply