Artikel ini telah dibaca 3250 kali. Terima kasih.

Disinilah awal mulanya,… tempat tinggal pertama setelah kami nikah th.96, kami sewa rumah petak satu pintu, seluas 24m2, yang dibagi menjadi 3 ruangan memanjang : dapur, r.tengah dan kamar tidur…

Rumah petak ini kalau musim dingin, dingiiiiiin banget, dan water heater cuman ada satu di kamar mandi saja. Di dapur tempat cuci piring cuman ada kran air dingin, jadi tantangan yang sangat luar biasa kalau mau cuci piring di musim dingin…Biasanya sblm cuci piring kami rebus air panas, tarok di baskom,.. Kemudian sambil cuci piring kalau tangan sudah mulai kaku kedinginan kami celup ke air hangat di baskom itu, lantas lanjut lagi mencuci piring…Atau kadang kami angkut panci, piring dan gelas kotor itu ke kamar mandi spy bisa dicuci dengan air hangat, tapi dengan konsekwensi harus dilanjutkan dengan membersihkan kamar mandi dari kotoran bekas makanan dan minyak…??

Saat musim panas di Jepang yg kadang mencapai suhu 40 derajat itu, rumah ini subhanallah panaaaass banget, dan saat kami belum mampu menyewa rumah yg pakai AC… ?? Jadi cukup mengandalkan kipas angin saja… Padahal saat bulan Juli-September th 97 itu adalah masa saya hamil tua Ghazy, yang tentu sangat kegerahan… Akhirnya kalau siang kami memilih utk berada di lab kampus walaupun musim libur dan malamnya nongkrong di toko buku dekat rumah sambil ngadem cari ruangan berAC…??

Aaahh… Indahnya mengenang masa2 itu, saat pernikahan awal, kami baru mulai mengenal satu sama lain, ditambah perjuangan hidup yang harus dijalani, alhamdulillah membuat kami semakin dekat dan kompak…??

Alhamdulillah, kami bersyukur pernah melewati masa2 sulit itu, jadi mendewasakan kami dan membuat kami lebih menghargai setiap apapun yang Allah berikan di kemudian hari hingga sekarang… ??

Alhamdulillah robbil ‘alamin…

Ket: Rumah kami pada foto ini ada di lt.2. Foto ini diambil tahun lalu saat kami liburan akhir tahun ke Jepang sembari napak tilas perjalanan hidup sekaligus mengingatkan anak2 tentang apa yang sudah orang tuanya lalui…

Artikel ini telah dibaca 3250 kali. Terima kasih.

Leave a Reply