Artikel ini telah dibaca 321 kali. Terima kasih.

Nahdlatul Ulama (NU) hari ini merayakan hari lahirnya (Harlah) yang ke-94. Majelis Ulama Indonesia (MUI) berharap pada harlah tahun ini, NU dapat menggelorkan resolusi jihad jilid dua dalam bidang ekonomi dan bisnis.

Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, mengatakan banyak hal yang telah diperbuat NU baik dalam politik, sosial dan budaya. Namun demikian menurutnya NU masih kurang serius dalam menggeluti bidang ekonomi dan bisnis. 

“Yang masih kurang digumuli secara serius oleh NU dan ormas-ormas Islam yang ada di negeri ini yaitu dalam bidang ekonomi dan bisnis sehingga NU dan ormas-ormas Islam yang ada tampak benar-benar ketinggalan dalam bidang ini terutama untuk ekonomi dan bisnis lapis atas,” kata Anwar dalam pesan singkatnya yang diterima Republika.co.id pada Jumat (31/1).  

Menurut Anwar saat ini umat Islam di Indonesia sangat lemah dalam bidang ekonomi dan bisnis. Dia mencontohkan dari 10 orang terkaya di Indonesia hanya satu orang saja yang beragama Islam. 

Sementara mayoritas penduduk Indonesia adalah pemeluk Islam. Karenanya menurut Anwar umat Islam harus melakukan evaluasi dan koreksi diri. 

Sebab itu pula Anwar berharap NU beserta ormas Islam lainnya dapat memberikan perhatian lebih pada peningkatan ekonomi umat. 

Menurut Anwar, umat Muslim perlu lebih bersungguh-sungguh untuk menyelesaikan masalah dalam bidang ekonomi dan bisnis.   

Karena itu, Anwar berharap NU bisa mengeluarkan resolusi jihad jilid II untuk menyelesaikan masalah dalam bidang ekonomi dna bisnis. 

“Dalam momentum ulang tahunnya yang ke-94 ini kita harapkan NU akan dapat  melakukan lompatan besar dan baru dengan mengeluarkan resolusi jihad jilid dua. Kalau yang pertama 1945 resolusi jihad tersebut lebih  berat muatan politiknya maka pada 2020 kita menunggu resolusi jihad NU jilid dua dalam bidang ekonomi dan bisnis,” katanya.

Menurut Anwar, bila lompatan besar dalam ekonomi dan bisnis bisa dilakukan NU serta organisasi Islam lainnya, Anwar meyakini peta sosial politik dan ekonomi di masa mendatang akan berubah.

Jika itu terjadi, umat dari agama lain tidak usah takut karena agama Islam telah memerintahkan umatnya untuk supaya bisa menebar rahmat kepada semesta dimana hasil dari kemajuan tersebut tidak boleh hanya bisa dinikmati  orang Islam saja tapi juga oleh lainnya. 

“Dan peranan NU sebagai salah satu ormas besar di negeri ini untuk melakukan perubahan tersebut tentu saja akan sangat diharapkan dan ditunggu-tunggu,” katanya. Andrian Saputra.

Artikel Asli

Artikel ini telah dibaca 321 kali. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen + thirteen =