Artikel ini telah dibaca 293 kali. Terima kasih.

Nike ZoomX Vaporfly NEXT%

Komisi Atletik Dunia tidak akan memberlakukan larangan pada sepatu lari Nike yang memecahkan rekor kecepatan, Vaporfly Next%.

The Guardian melaporkan bahwa badan pengatur olahraga itu justru diduga akan mengumumkan penghentian sementara semua teknologi sepatu baru menjelang Olimpiade Tokyo musim panas ini.

Sepatu lari Nike ini memicu kontroversi tahun lalu karena dianggap “terlalu bagus”, menyusul keluhan dari atlet yang tidak disponsori Nike, yang mengklaim sepatu itu memberi atlet Nike keuntungan yang tidak adil dalam kompetisi.

Tahun lalu Brigid Kosgei dan Eliud Kipchoge secara historis memecahkan rekor maraton terpisah mengenakan sepatu tersebut, meskipun upaya Kipchoge tidak dilakukan dalam pertandingan resmi karena ia menggunakan sekelompok pelari yang bergantian membantunya mempertahankan kecepatan.

Keputusan resmi World Athletics baru akan diumumkan Jumat, tetapi untuk saat ini sepertinya Vaporfly telah lolos dari larangan. Namun begitu, diperkirakan akan ada “penangguhan sementara atas teknologi sepatu baru” sampai setelah Olimpiade Tokyo.

Menurut The Guardian, komisi akan melakukan penyelidikan mendalam untuk memeriksa model-model sepatu baru dan berencana memberlakukan serangkaian peraturan ketat untuk sepatu baru di masa depan.

Saat ini peraturan World Athletics menyebutkan sepatu lari tidak boleh memberikan “bantuan atau keuntungan tidak adil” dan harus “tersedia secara wajar” untuk semua orang.

Penelitian telah menunjukkan bahwa Vaporfly meningkatkan efisiensi energi atlet hingga 4% atau lebih. Namun, sepatu itu tidak melanggar dianggap peraturan karena alasan tidak “tersedia untuk semua.” Menurut Business Insider, World Athletics sedang mengkaji kata-kata dari aturan tersebut agar tidak memiliki makna ganda.

Artikel Asli

Artikel ini telah dibaca 293 kali. Terima kasih.

Leave a Reply