Artikel ini telah dibaca 579 kali. Terima kasih.

Kasus virus corona di luar China terus meningkat dalam satu minggu terakhir, termasuk di Timur Tengah.

Sempat mengalami stagnasi jumlah infeksi setelah Mesir mengkonfirmasi kasus pertama pada 15 Februari, namun Iran secara mengejutkan mengumumkan dua kematian akibat virus corona pada Rabu (19/2/2020).

Secara berurutan negara di Timur Tengah lain kemudian mengkonfirmasi adanya adanya kasus virus yang bermula di kota Wuhan, China itu.

Berikut update situasi terkini wabah virus corona di negara-negara Timur Tengah:

1. Iran

Iran pertama kali mengumumkan virus corona pada Rabu (19/2/2020). Sejauh ini, dilaporkan 14 orang telah meninggal dunia dan 61 kasus infeksi virus corona.

Namun, seorang pejabat parlemen mengatakan jumlah korban meninggal mencapai 50 orang dan lebih dari 250 orang telah dikarantina.

Seorang pejabat dari Qom, Ahmad Amiriabadi Farahani mengatakan 50 kematian itu terjadi sejak 13 Februari 2020.

Namun, Iran baru secara resmi melaporkan kasus-kasus meninggal virus corona tersebut dan kematian pertamanya pada 19 Februari 2020.

Terkait dengan klaim kematian 50 orang itu, Wakil Menteri Kesehatan Iran Iraj Harirchi menampik laporan itu dalam konferensi pers yang disiarkan langsung di televisi pemerintah.

“Saya dengan tegas menolak informasi ini. Ini bukan saatnya konfirmasi untuk konfrontasi publik. Virus corona adalah masalah nasional,” kara Iraj, dikutip dari France24.

Pemerintah pun membantah telah menutup-nutupi masalah ini. Mereka juga berjanji akan menangani wabah tersebut secara transparan.

2. Afghanistan

Afghanistan mengkonfirmasi kasus pertama dari virus corona di barat provinsi Herat pada hari Senin (24/2/2020).

Pemerintah kemudian menyatakan keadaan darurat di wilayah yang berbatasan dengan Iran tersebut, seperti dilansir dari Reuters.

“Saya meminta para warga untuk tetap tinggal di rumah dan membatasi pergerakan mereka,” ujar Menteri Kesehatan Ferozuddin Feroz.

“Hal yang membuat kami khawatir tentang virus corona di Afghanistan adalah bahwa orang-orang kami, karena ekonomi lemah, sudah menderita berbagai penyakit dan mereka memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah,” sambungnya.

Menurut Feroz, kasus pertama yang dikonfirmasi adalah seorang pria berusia 35 tahun yang baru saja kembali dari kota Qom, Iran.

3. Oman

Oman pada hari Senin melaporkan dua kasus pertama coronavirus dan menghentikan penerbangan dari dan menuju Iran, dilansir dari Alarabiyah.

Dua perempuan Oman yang telah kembali dari Iran didiagnosis menderita penyakit covid-19 karena virus corona dan berada dalam kondisi stabil.

4. Lebanon

Pada Jumat (20/2/2020), Lebanon mengumumkan kasus pertama virus corona di negaranya yang berasal dari kota Qom, Iran.

“Pesawat yang tiba dari kota Qom, Iran itu mengangkut 150 penumpang,” kata sumber tim medis darurat, dikutip dari Arab News.

“Sebuah tim medis bergegas ke pesawat, penerbangan Mahan Air, setelah mendarat di Beirut pada Kamis malam,” sambungnya.

Menurutnya, dari pengujian seluruh penumpang, salah seorang di antara penumpang tersebut menunjukkan gejala dan segera dibawa ke ruang isolasi.

5. Irak

Irak telah melaporkan kasus pertama virus corona pada Senin (24/2/2020) yang menimpa seorang mahasiswa Iran yang belajar di kota Najaf, Irak.

Seorang koresponden AFP mengatakan, pria tersebut sedang dikarantina di sebuah rumah sakit di kota itu.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus semakin meluas, Irak telah menutup penerbangan dari dan ke Iran.

Selain itu, pemerintah Irak juga tak mengizinkan orang non-Irak memasuki kota Najaf untuk ziarah ke tempat-tempat suci Syiah.

6. Kuwait

Kuwait juga telah mengonfirmasi adanya tiga kasus pertama virus corona di negaranya.

Ketiga orang tersebut dikatakan telah melakukan perjalanan ke Iran baru-baru ini, termasuk di antaranya seorang warga negara Arab Saudi, seperti dilansir dari Arab News.

Hingga saat ini, delapan kasus virus corona telah dikonfirmasi oleh pemerintah Kuwait.

Kuwait sendiri sebelumnya telah menangguhkan semua penerbangan ke Iran sejak Jumat (21/2/2020) menyusul laporan adanya virus corona.

Penangguhan penerbangan itu dilakukan berdasarkan arahan dari Kementerian Kesehatan dan Manajemen Publik Kuwait. Kementerian juga memastikan akan melakaukan karantina terhadap semua orang yang datang dari Iran.

7. Bahrain

Gulf News memberitakan, satu orang warga Bahrain terinfeksi setelah tiba dari Iran, berdasarkan gejala yang dideritanya.

Kementerian Kesehatan Bahrain mengatakan, pasien tersebut kemudian dipindahkan ke Pusat Medis Ebrahim Khalil Kanoo untuk pengujian dan perawatan lebih lanjut.

Beberapa jam setelahnya, pemerintah mengumumkan kasus kedua dan menimpa seorang perempuan Bahrain yang tiba di bandara Internasional Bahrain dari Iran melalui Dubai.

Perempuan tersebut ditemani oleh suami dan saudara iparnya yang juga ikut dipindahkan ke ruang isolasi sebagai langkah pencegahan, dikutip dari Alarabiyah.

8. Mesir

Mesir mengonfirmasi temuan kasus baru terkait virus corona di negara itu pada Jumat (14/2/2020).

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mesir, Khaled Mugahed mengatakan, satu orang yang dinyatakan positif adalah warga asing yang tak menunjukkan gejala serius, dilansir dari Aljazeera.

Penemuan kasus tersebut terjadi setelah pejabat setempat melakukan prosedur terhadap pelancong yang datang dari negara di mana virus telah menyebar.

Pihak kementerian juga menyatakan, orang tersebut kini dirawat di rumah sakit dan tengah dikarantina. Tidak disebutkan mengenai kewarganegaraan orang tersebut dan di mana titik masuk mereka.

9. UEA

Kementerian Kesehatan dan Pencegahan Uni Emirat Arab mengumumkan 2 kasus baru virus corona pada Jumat (21/2/2020).

Sejauh ini, total 13 kasus telah dikonfirmasi oleh pemerintah UEA, seperti dilansir dari Gulf News.

Duarang yang terinfeksi adalah pengunjung Iran berusia 70 tahun dan istrinya yang berusia 64 tahun. Kondisi suami dikatakan tidak stabil dan diawasi secara ketat di ICU.

Artikel Asli

Artikel ini telah dibaca 579 kali. Terima kasih.

Leave a Reply