Artikel ini telah dibaca 408 kali. Terima kasih.

Pasar keuangan dan investasi Tanah Air pada perdagangan jelang akhir pekan, Jumat ini (13/3/2020) mendapat tekanan cukup berat di tengah mewabahnya virus corona (COVID-19) secara global.

Pemerintah RI mengumumkan belum ada penambahan kasus baru setelah pada Rabu disebutkan pasien positif corona di RI menjadi 34 pasien. Sementara Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) telah menetapkan COVID-19 sebagai pandemi.

Penetapan itu dilakukan lantaran jumlah kasus maupun negara yang terjangkit wabah itu meningkat tajam. Sampai dengan Kamis (12/3/2020), WHO mencatat sudah ada 126.380 kasus di 124 negara di seluruh dunia.

Di pasar forex, nilai tukar rupiah semakin jeblok melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (13/3/2020) akibat semakin memburuknya sentimen pelaku pasar yang memicu aksi jual masif.

Pada pukul 09:30 WIB, kurs rupiah ambles 2,07% ke Rp 14.810/US$, mengacu data Refinitiv. Level tersebut merupakan yang terlemah sejak 13 November 2018.

Mayoritas mata uang utama Asia memang melemah melawan dolar AS pada perdagangan hari ini, tetapi rupiah yang paling parah. Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan kinerja terburuk kedua pelemahannya ‘hanya’ 1,08%.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang baru dibuka pada pukul 09:00 WIB juga langsung jeblok 5% dan sekali lagi mengalami trading halt (pemberhentian perdagangan selama 30 menit). Kamis kemarin, perdagangan IHSG dihentikan lebih awal setelah anjlok 5,01% pada pukul 15:33 WIB.

Sesuai dengan kebijakan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perdagangan bursa saham akan dihentikan selama 30 menit jika IHSG anjlok 5% atau lebih, sebagai langkah antisipasi dalam mengurangi fluktuasi tajam di pasar modal.

Selain dari pasar saham, aksi jual juga terjadi di pasar obligasi Indonesia yang menyebabkan imbal hasilnya naik dan membuat harganya turun. Yield obligasi tenor 10 tahun kemarin naik 26,9 basis poin (bps) menjadi 7,248%. Yield tersebut menjadi yang tertinggi sejak 19 Desember 2019.

Sebagai informasi, pergerakan yield obligasi berbanding terbalik dengan harganya. Ketika yield turun, berarti harga sedang naik. Sebaliknya, ketika yield naik, berarti harga sedang turun. Saat harga sedang turun, itu artinya sedang terjadi aksi jual di pasar obligasi.

Outflow yang terjadi di pasar saham dan obligasi tersebut membuat rupiah semakin terpuruk.

Saham
BEI membuka kembali pasar saham pada pukul 09.45 WIB setelah dihentikan sementara 30 menit. Saat dibuka pukul 09.45 WIB, pelemahan IHSG berkurang menjadi minus 4,89% di level 4.655.

Laksono W. Widodo, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, mengatakan harga terakhir IHSG sebelum ditutup sementara yakni di level 4.650,58.

Last price IHSG 4.650,583. Total value transaksi Rp 1,1 triliun. Jumlah saham yang terkena auto rejection bawah atau -7% sebanyak 296 saham,” kata Laksono, di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (13/3/2020).

Selain pasar saham dan rupiah, serta obligasi yang terpuruk, harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) pada Jumat ini juga turun 2,43% atau sebesar Rp 19.000 menjadi Rp 763.000/gram, dari sebelumnya Rp 782.000/gram.

Penurunan emas Antam seiring dengan aksi jual besar-besaran yang terjadi di bursa saham global dan pasar modal dalam negeri khususnya.

Kenapa harga emas Antam ikut anjlok di saat saham ambruk? Besar kemungkinan aksi jual yang sama dalam langkah untuk menutupi margin kerugian investor di pasar saham.

Selain itu, penurunan harga emas Antam juga terjadi seiring dengan merosotnya harga emas spot dunia yang kembali ambles pada hari Kamis (12/3/2020) karena pedagang menjual logam mulia untuk menutupi margin di pasar saham yang ketakutan oleh penyebaran global virus corona.

Harga emas spot turun 3,1% di level US$ 1.584,22 per ons Jumat waktu Indonesia. Adapun harga emas berjangka AS turun 3,4% menjadi US$ 1.586,80 per ons, seperti yang dilansir oleh CNBC Internasional.

Berdasarkan harga Logam Mulia di gerai Jakarta Gedung Antam di situs logammulia milik Antam hari ini (10/3/2020), harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram melemah menjadi Rp 76,3 juta dari harga kemarin Rp 78,2 juta per batang.

Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

Harga Emas Antam 13 Maret 2020

Artikel Asli

Artikel ini telah dibaca 408 kali. Terima kasih.

Leave a Reply