Artikel ini telah dibaca 705 kali. Terima kasih.

Semakin meluasnya penyebaran pandemi virus corona (COVID-19), menyebabkan perlombaan bidang olahraga dan berbagai acara perkumpulan ditunda dan dibatalkan, Anda mungkin mengkhawatirkan kesehatan Anda jika ini mempengaruhi rutinitas olahraga Anda.

Menurut David Nieman, Dr.PH., profesor kesehatan di Appalachian State University sekaligus direktur Human Performance Lab di North Carolina Research Campus, beserta Brian Labus, Ph.D., di University of Nevada, Las Vegas olahraga di luar rumah sebenarnya lebih aman. Apalagi bila di dalam rumah ada seseorang yang sedang terjangkit penyakit menular.

“Hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah berlari atau berolahraga di luar. Lagipula, tidak ada data yang menjelaskan bahwa Anda akan sakit dari patogen penyakit pernapasan saat berolahraga,” ujar Nieman, seperti dikutip WomensHealthMag.

David menuturkan, paparan terhadap orang yang terinfeksi harus dikurangi sebanyak mungkin. Jadi jika Anda ingin berolahraga bersama teman kelompok, Anda bisa melindungi diri Anda dengan saling memberi jarak dan menghindari sentuhan tak penting. Dan tentu jangan lupakan mencuci tangan setibanya Anda di rumah.

“Berolahraga 30-60 menit dalam frekuensi sedang hingga cepat dapat membantu sistem kekebalan Anda mencegah virus. Saya menyarankan melakukan beberapa latihan fisik dimanapun Anda berada (lebih baik di rumah saja jika sedang di karantina), kecuali jika Anda sedang sakit,” katanya.

Namun, David mengungkapkan jika Anda menderita flu atau virus corona, atau demam, orang sakit bisa salah menafsirkan bahwa mereka dapat ‘mengeluarkan virus dengan berolahraga’ atau ‘mengeluarkan virus dari keringat,” itu adalah mitos. Sebenarnya justru sebaliknya,” kata Nieman.

Artikel Asli

Artikel ini telah dibaca 705 kali. Terima kasih.

Leave a Reply