Artikel ini telah dibaca 645 kali. Terima kasih.

Virus corona atau Covid-19 telah mewabah di seantero dunia.

sebanyak 197 wilayah telah mengonfirmasi adanya wabah pandemi Virus corona.

Pandemi Covid-19 membuat kehidupan sebagian besar orang menjadi berubah.

Namun nampaknya itu tidak terjadi pada segelintir orang yang ada di Antartika.

Mereka tidak terpengaruh oleh perubahan, rasa gelisah, atau was-was yang melanda warga dunia lainnya.

Hingga kini, Antartika menjadi satu-satunya benua yang tak terkonfirmasi dengan kasus virus corona.

Sedangkan secara global, pada Rabu (25/3/2020) saja tercatat sudah ada lebih dari 422.000 orang terinfeksi virus corona yang tersebar di 197 wilayah. 

Sehingga sementara ini nampaknya Antarika menjadi tempat yang paling aman dari virus corona.

“Saat ini, Antartika adalah tempat teraman di dunia. Tidak ada kontak dengan dunia luar dan kami jauh dari pemukiman manapun,” ungkap Alberto Della Rovere, pemimpin ekspedisi Italia ke-35 ke Antartika, seperti dikutip dari Washington Post, Selasa (24/3/2020).

Antartika sendiri tidak memiliki penduduk asli, orang-orang yang datang dan tinggal di sana merupakan ilmuwan dan peneliti.

Selain itu juga hanya sejumlah kecil orang saja yang diizinkan masuk dan keluar Antartika.

Saat ini sekitar 4.000 orang tengah berada di Antartika untuk melakukan berbagai riset.

Kini menurut Mike England selaku staff National Science Foundation, sebagian besar penerbangan adalah keberangkatan keluar dari Antartika.

Meski begitu beberapa orang juga datang.

Lihat Foto, Para peneliti menggali fosil monster Loch Ness di Pulau Seymour, Antartika(J.P.OGorman-IAA)

Orang yang memasuki Antartika akan menjalani protokol isolasi dan pengujian yang diawasi oleh penasihat medis.

Pendatang baru juga akan diperiksa apakah mereka memiliki gejala corona.

Ini tentunya dilakukan sebagai upaya mengantisipasi terpaparnya Antartika dari Covid-19.

Sebab jika hal tersebut terjadi, ada banyak alasan bagi petugas medis di Antartika untuk khawatir.

“Jika Anda memiliki agen infeksi di lokasi terpencil dengan fasilitas medis yang sederhana, itu akan membuat dokter kewalahan. Kita tidak memiliki perawat tambahan atau profesional layanan kesehatan terlatih lainnya,” ungkap Jeff Ayton, kepala petugas medis di Australian Antarctic Division.

Sebab menurutnya, tak ada cara untuk menjamin bahwa corona pada akhirnya tidak akan menyebar ke ujung Bumi.

“Tak ada benua yang kebal, termasuk Antartika,” katanya.

Artikel Asli

Artikel ini telah dibaca 645 kali. Terima kasih.

Leave a Reply