Artikel ini telah dibaca 432 kali. Terima kasih.

Peneliti China menemukan kemungkinan Virus Corona yang menyebabkan COVID-19 telah bermutasi. Pasalnya, ditemukan patogen subtipe baru yang punya daya toksisitas rendah, tetapi kemampuan bertahannya lebih lama.

Dilansir dari South China Morning Post pada Kamis (2/4), seorang pria paruh baya mengalami gejala yang tidak parah, tetapi berlangsung selama 49 hari. Temuan ini telah dilaporkan dalam artikel online di laman Medrxiv pekan lalu. Berdasarkan observasi, Virus Corona di tubuhnya tergolong kuat, tetapi di saat yang sama sel imunitasnya terindikasi stabil.

“Virus dan inangnya bahkan mampu membentuk hubungan simbiosis,” ungkap tim peneliti dari Universitas Kedokteran Angkatan Darat di Chongqing, Rumah Sakit PLA Nomor 967 di Dalian, dan Rumah Sakit Umum Komando Pusat PLA di Wuhan.

Tanda-tanda menunjukkan tubuhnya tidak membasmi Virus Corona dengan terapi biasa dan masih mungkin menulari yang lain. Itu sebabnya pasien tersebut dirawat dengan transfusi plasma dari pasien COVID-19 yang telah sembuh. Hasil tes ‘swab’-nya pun berubah jadi negatif 2 hari kemudian.

Kasus ini menjadi kasus infeksi Virus Corona paling lama pada pasien COVID-19 yang berhasil sembuh. Menurut observasi klinis sebelumnya, pada pasien yang bertahan hidup, rata-rata hasil tesnya berubah jadi negatif dalam 20 hari dan kasus terlamanya adalah 37 hari.

Biasanya semakin lama durasinya, semakin parah kasusnya. Namun, pasien satu ini hanya mengalami demam ringan dan tidak batuk, menggigil, sesak napas, atau gejala COVID-19 lainnya. Meski begitu, tes asam nukleat pasien tetap positif dengan daya virus yang kuat sehingga mirip dengan kasus parah atau kritis.

Para peneliti pun yakin penemuan ini mengindikasikan adanya subtipe Virus Corona yang baru, yaitu yang ringan, toksisitasnya lebih rendah, penularannya lebih lemah, tetapi lebih sulit dilenyapkan. Mereka juga memperingatkan mungkin ada lebih banyak pasien serupa yang sebenarnya kronis, tetapi cenderung diabaikan sehingga bisa menyebarkan wabah baru.

Artikel Asli

Artikel ini telah dibaca 432 kali. Terima kasih.

Leave a Reply