Artikel ini telah dibaca 356 kali. Terima kasih.

Tanpa sengaja saya menemukan video tentang matematika lemak tubuh.

Ada yang tahu kemana perginya lemak tubuh kita ketika berat badan kita turun 10 kg, misalnya? Apa senyawa kimian dari lemak?

Saya jamin hanya sedikit orang yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas.

Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa mengurangi lemak tubuh agar tubuh kita ideal tanpa harus bersusah payah melakukan ini itu. Ya, kan? Saya juga mau seperti itu kalau bisa. He3x…

Tapi dengan sedikit belajar tentang teori tetang lemak tubuh, kita akan menjadi tahu apa yang sebenarnya harus kita lakukan untuk mengurangi lemak tubuh kita.

Silahkan saksikan video berikut ini sampai selesai. Meskipun tidak 100% mengerti, sekian persen pun sudah cukup membuka wawasan kita.

Sejumlah peneliti di Australia menemukan cara untuk mengurangi berat badan adalah dengan membuang karbondioksida sebanyak mungkin. Tapi apakah ini artinya harus bernafas lebih cepat dan lebih sering agar bisa mengurangi lemak?

Temuan yang dimuat di British Medical Journal, sepertinya menjawab pertanyaan ratusa tahun” kemanakah lemak pergi saat kita mengurangi berat badan?

“Sebagai ahli fisika, yang saya tahu lemak memang tidak menjadi energi panas, seperti yang dipercaya kebanyakan orang,” ujar Ruben Meerman, salah satu peneliti yang ikut terlibat dalam studi soal berat badan. 

Ia kembali melihat lemak dari sudut pandang biokimia, dan menemukan bahwa formula kimiawi lemak adalah campuran dari karbon, hidrogen, dan oksigen, seperti yang sudah diketahui sejak tahun 1960.

Tetapi, belum ada yang menghitung secara pasti apa yang terjadi dengan atom-atom saat lemak tersebut dibakar dalam proses tubuh.

“Kita tahu semua karbon akan menjadi karbondioksida, kemudian hidrogen menjadi air, tetapi tidak jelas apa yang terjadi pada atom oksigen dalam molekul tersebut,” kata Meerman.

Setelah empat bulan meneliti, Meerman dan Profesor Andrew Brown dari University of New South Wales menemukan apa yang dicari-carinya selama ini, lewat sebuah artikel dalam jurnal yang dimuat di tahun 1949.

Disebutkan bahwa atom oksigen terbagi menjadi karbondioksida dan air dengan rasio 2 berbanding satu. Jadi empat atom oksigen yang dihembuskan, dua diekskresikan dalam cairan tubuh, seperti keringat, air mata, dan urin.

Dari sini para peneliti mendapatkan angka 84 persen dari atom yang membentuk molekul lemak dihembuskan menjadi karbondioksida, dan sisa 16 persen hilang lewat kandungan air.

Mereka juga menganalisa dari setiap 10 kilogram lemak yang ‘hilang’, tubuh sebenarnya membutuhkan tambahan 29 kilogram oksigen. Artinya butuh 28 kilogram karbondioksida dan 11 kilogram air yang dikeluarkan. 

Temuan ini menjawab pertanyaan fundamental soal proses biokimia dari penurunan berat badan, tetapi bukan berarti bernafas lebih kencang bisa mengurangi lemak dengan cepat.

“Jika hanya duduk dan mulai bernafas dari yang dibutuhkan, malah menyebabkah hiperventilasi dan jari jemari mulai gemetar dan jantung berdebar. Kalau terus melakukan hingga lama akan menyebabkan pingsan,” ujar Meerman.

“Bernafas cepat memang dibutuhkan, tetapi harus dilakukan saat tubuh harus mengeluarkan karbondioksida, misalnya saat berolahraga,” tambahnya.

Jumlah karbondioksida yang terbuang saat bernafas biasa, biasanya sekitar 200 gram untuk mereka yang memiliki berat badan 70 kilogram. Jumlah ini bisa ditambah, jika melakukan aktivitas fisik. 

Artikel Asli

Artikel ini telah dibaca 356 kali. Terima kasih.

Leave a Reply