Artikel ini telah dibaca 443 kali. Terima kasih.

Saat ini, Indonesia tengah bersiap masuk ke masa new normal atau tatanan kehidupan baru dalam menghadapi pandemi COVID-19. Tujuannya tentu untuk memutar kembali roda perekonomian yang tersendat karena kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) maupun kebijakan pembatasan pergerakan masyarakat lainnya.

Sejumlah ilmuwan menilai, kebijakannew normal di tengah puncak pandemi yang sedang terjadi di Indonesia justru bisa menimbulkan masalah besar. Ilmuwan setuju bahwa penerapan new normal tidak bisa diberlakukan secara asal-asalan. Butuh pengawasan yang ketat agar pandemi gelombang kedua tidak terjadi.

Untuk melihat seberapa besar risiko penularan virus corona di masa new normal, pakar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Dr. Tri Yunis Miko Wahyono, Msc. membuat daftar aktivitas umum yang dilakukan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari dilengkapi dengan potensi tingkat risiko paparan COVID-19 dari aktivitas tersebut.

Sejumlah ilmuwan menilai, kebijakannew normal di tengah puncak pandemi yang sedang terjadi di Indonesia justru bisa menimbulkan masalah besar. Ilmuwan setuju bahwa penerapan new normal tidak bisa diberlakukan secara asal-asalan. Butuh pengawasan yang ketat agar pandemi gelombang kedua tidak terjadi.

Untuk melihat seberapa besar risiko penularan virus corona di masa new normal, pakar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Dr. Tri Yunis Miko Wahyono, Msc. membuat daftar aktivitas umum yang dilakukan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari dilengkapi dengan potensi tingkat risiko paparan COVID-19 dari aktivitas tersebut.

Petugas mengelap kaca di Senayan City, Jakarta. Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/REUTERS

Terdapat empat level risiko: rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Untuk menentukan sebuah aktivitas masuk ke salah satu kategori penularan di atas, Tri mempertimbangkan beberapa faktor antara lain:

  • Kontak dengan orang lain, yang artinya seberapa intensif potensi kontak fisik yang terjadi antara satu orang dengan orang lain dalam aktivitas ini,
  • Jarak fisik antara satu orang dengan orang lain, yakni seberapa dekat jarak seseorang dengan orang lain ketika melakukan suatu aktivitas,
  • Hubungan antara aktivitas sehari-hari dengan penularan virus COVID-19, bagaimana sebuah aktivitas memiliki keterkaitan tinggi dengan penyebaran penyakit,
  • Ketaatan dalam mematuhi protokol kesehatan, yakni ketaatan dalam menerapkan tindakan pencegahan seperti mengenakan masker dengan baik, mencuci tangan sebelum menyentuh wajah, dan atau melakukan physical distancing dengan jarak minimal 1 meter dari orang lain.

Berikut adalah daftar aktivitas sehari-hari yang umum dilakukan serta level risiko yang kami buat berdasarkan parameter di atas.

Aktivitas di lingkungan tempat tinggal dan kegiatan umum

Aktivitas ini masuk dalam kategori kegiatan sehari-hari yang dilakukan masyarakat pada umumnya. Aktivitas ini mencakup kegiatan di rumah, belajar di sekolah, bekerja hingga menggunakan fasilitas publik dan menjalani kegiatan keagamaan.

Sebagai contoh, apabila alamat tinggal seseorang berada di daerah yang menjadi zona merah, maka risiko tertular COVID-19 akan sangat tinggi apabila masyarakat di dalamnya tidak taat protokol kesehatan. Namun, jika taat, maka risiko tersebut dapat ditekan sedemikian rupa meski hanya sampai level tinggi saja.

Berikut infografiknya:

Level risiko terpapar COVID-19 dalam aktivitas lingkungan. Foto: dok istimewa

Aktivitas transportasi

Kategori ini mencakup aktivitas penggunaan fasilitas transportasi. Seperti transportasi pribadi, umum, hingga online. Infografik di bawah ini dapat menjadi panduan bagi masyarakat yang ingin bepergian dengan transportasi massal seperti pesawat dan kereta api, sampai angkutan umum, mobil pribadi, hingga ojek online.

Level risiko terpapar COVID-19 dalam aktivitas transportasi. Foto: dok istimewa

Aktivitas konsumsi

Infografis di bawah ini berisikan panduan untuk masyarakat yang ingin melakukan aktivitas yang berkaitan dengan kegiatan belanja barang, makanan, hingga hal-hal menyangkut pemanfaatan layanan purna jual suatu produk yang telah dibeli.

Level risiko terpapar COVID-19 dalam aktivitas konsumsi. Foto: dok istimewa

Aktivitas kesehatan, kebugaran, dan rekreasi

Berikut adalah infografil yang dapat dijadikan panduan bagi masyarakat yang ingin melakukan aktivitas-aktivitas seperti olahraga, pergi ke tempat hiburan, dan melakukan konsultasi kecantikan maupun kesehatan, selama masanew normal.

Level risiko terpapar COVID-19 dalam kesehatan, kebugaran, dan rekreasi. Foto: dok istimewa

Pentingnya mematuhi protokol kesehatan

Dari infografik di atas, dapat dilihat bahwa kepatuhan terhadap protokol kesehatan dapat menurunkan tingkat risiko terpapar COVID-19, meskipun tidak menghilangkan sama sekali risiko tersebut. Oleh karena itu, amat disarankan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan.

Beberapa protokol kesehatan yang masih harus diikuti memasuki masa new normal adalah selalu mengenakan masker saat beraktivitas, memperbanyak frekuensi mencuci tangan dengan sabun maupun hand sanitizer, menerapkan physical distancing alias tidak bersentuhan fisik dan jaga jarak, serta menghindari kerumunan orang.

Artikel Asli

Artikel ini telah dibaca 443 kali. Terima kasih.

Leave a Reply