Artikel ini telah dibaca 202 kali. Terima kasih.

Makkah sepi
Madinah sunyi
Kakbah dipagari
Masjid tutup.

Jamaah bubar
Jumat batal
Umrah di stop
Haji tak pasti
Lafadz adzan berubah
Salaman dihindari.

Corona datang
Seolah-olah membawa pesan
Ritual itu rapuh!

Ketika Corona datang
Engkau dipaksa mencari Tuhan
Bukan di tembok Kakbah
Bukan di dalam masjid
Bukan di mimbar khutbah
Bukan dalam thawaf
Bukan pada panggilan azan
Bukan dalam shalat jamaah
Bukan dengan jabat tangan

Melainkan,
Pada keterisolasianmu,
Pada mulutmu yang terkunci,
Pada hakikat yang tersembunyi.

Corona mengajarimu,
Tuhan itu bukan (melulu)
pada keramaian,
Tuhan itu bukan (melulu) pada syariat
Tuhan itu ada pada jalan keterputusanmu,
Dengan dunia yang berpenyakit.

Corona memurnikan agama,
Bahwa tak ada yang boleh tersisa,
Kecuali Tuhan itu sendiri!

Temukan Dia

Artikel Asli

Artikel ini telah dibaca 202 kali. Terima kasih.

Leave a Reply