Artikel ini telah dibaca 7772 kali. Terima kasih.

bungaransaragihtgl 24 januari yg lalu, utk pertama kalinya saya bertemu dengan prof. bungaran saragih di ipb saat kuliah mata pelajaran metode riset dan bisnis lanjutan (mrbl). saat opening class, beliau menanyakan ke kita-2 dg logat kental sumatranya, “ada yang belum kenal dengan aku?”. teman-2 saya semua pada ketawa. ada yg nyeletuk, “tak mungkinlah tidak ada yg kenal dg bapak…” saya terbengong-bengong sesaat. ingin angkat tangan, kok kayaknya gimana gitu… semua orang kenal, berarti dosen ini orang top. feeling saya mengatakan begitu. sesaat kemudian, saya googling dengan keyword “bungaran saragih”. wow ternyata…

jujur saja, tidak ada info apa pun sebelumnya ttg beliau yg saya ketahui. dan di kelas, sayalah satu-2nya yg tidak kenal dengan beliau. tapi setelah googling, barulah saya tahu bahwa beliu adalah mantan menteri pertanian kabinet gotong royong periode 2001-2004 (detilnya bisa dilihat di situs tokoh indonesia). pada periode tahun ini saya masih di jepang. jadi cukup maklum kalo tidak kenal beliau. he…he…he… *ngeles mode*

kl ada idiom yg mengatakan “kesan pertama begitu menggoda”, maka pada hari itu sayalah salah satu yg terkesan mendengarkan kuliah beliau yg sarat dengan nilai-2. saat di jepang pun saya sudah sering mendengarkan nilai-2 yg disampaikan sensei-2 (para dosen) di kampus. cuman derajat kepahamannya tidak sesempurna kali ini. nilai-2 yg disampaikan dengan bahasa yg 100% saya pahami. kepala saya sering saya angguk-2an sebagai tanda setuju atas pandagan-2 beliau. sesekali terbersit kekaguman.

setidaknya ada 6 poin yg sempat saya catat pada kuliah yg menekankan pada etika riset dan bisnis bagi seorang ilmuwan. 6 poin itu beliau dapatkan dari pengalaman hidupnya di dalam dan luar negeri.

yg pertama, beliau menyampaikan ttg brigthness (kecerdasan). cerdas di sini bukan cuman ngerti apa-2 yg dijelaskan, tapi rajin bertanya terhadap sesuatu yg menimbulkan teka-teki atau keragu-2an adalah cerdas juga. waktu beliau kuliah di luar negeri dulu (amerika serikat), dia punya teman orang india yg menurutnya sangat cerdas. pak bs selalu bertanya akan hal-2 yg tidak dipahaminya kepada orang india itu. tapi yg lulus duluan dari s3 justru pak bs. sampe orang india itu heran dan bertanya,

kamu ini selalu tanya ke saya. tapi nilai-2 kamu lebih bagus dari saya. dan kamu bisa lulus tepat waktu lebih dulu dari saya. apa rahasiamu?”

pak bs menjawab,”kau memang cerdas dan pandai. tapi ada yg kurang pada diri kau. yaitu, kau tidak pernah bertanya kepadaku. kau terlalu meremehkan aku. sehingga apa yg kau tahu aku pun tahu. tapi kau tidak tahu apa yg aku tahu…“.

now i just learnt from you mr. bungaran…,” jawab singkat orang india sambil memeluk pak bs.

ya ya ya kando shichatta nee, boku… (aku begitu terkesan).

jadi, bertanyalah utk melengkapi kecerdasan kita…

yg kedua, hal yg harus dimiliki oleh seorang ilmuwan adalah wisdom (kebjiaksanaan). arti wisdom menurut kamus mungkin akan berbeda dg arti yg pahami oleh masing-2 kita. menurut versi pak bs, wisdom adalah tidak memaksakan kehendak, pemikiran, logika kita kepada orang lain. katanya, profesor pembimbing s3 beliau adalah orang yang bijaksana. mengapa? karena selama proses disertasi profesornya tidak pernah memaksakan pak bs untuk melakukan riset spt yg diinginkannya. pak bungaran bekerja sendiri dengan melakukan konsultasi kepada teman-2 seangkatannya. masukan-2 dari temannya diimplementasikan ke risetnya. lalu ketika sudah menjadi disertasi yg lengkap, beliau mengajukannya kepada profesor pembimbingnya. lalu sang profesor menyuruh pak bs utk maju sidang. di sidang banyak pertanyaan-2 yg diajukan oleh para pengujinya dan dijawab semuanya oleh pak bs. semua dosen penguji puas termasuk sang profesor… dan katanya, sang profesor itu berterus terang kepada pak bs bahwa sebenarnya dia sama sekali tidak paham ttg disertasi yg ditulis pak bs. sang profesor baru paham pas yobishinsa (ujian tertutup) dan kouchoukai (ujian terbuka). karena tidak mengerti tapi sang profesor yakin apa yg dikerjakan pak bs benar shg sang profesor membiarkan pak bs melakukan risetnya sampai selesai. kata pak bs, umumnya profesor selalu menyuruh anak bimbingannya utk mengerjakan sesuatu yg diinginkan profesor ybs. semuanya didrive oleh profesor dan utk kepentingan profesor sendiri. oh god… nanka, nita youna jinsei da naa…. (seems like my life).

selanjutnya beliau menjelaskan ttg 4 faktor jalan menuju sukses yg harus kita raih dalam hidup ini. yaitu,

1. memahami substansi pada setiap yg kita lakukan
2. memiliki integritas pribadi dan profesional
3. menguasai komunikasi lisan dan tulisan
4. memiliki networking yang luas

hari itu kita dibuat tertegun-tegun kagum mendengarkan kuliah pak bs. sesuatu yg betul-2 baru utk saya khususnya. dan tidak terasa jam pertama kuliah berakhir…

thanks berat pak bs… semoga saya dan teman-2 bisa mengambil semua hikmah pelajaran yg pak bs berikan… amin…

Artikel ini telah dibaca 7772 kali. Terima kasih.

3 Comments

  1. so inspiring….. saya harap, bapak berkenan menjadi speaker di Al -Taqwa untuk memotivasi anak2 dan staff…

  2. Hi Mas Candra,

    Met kenalan mas…
    Lgsg aja, nyesel rasanya saya belum sempet baca tulisan ini sblm interview kmrn di IPB. Yg ditanya, simple, sudah smpt ngobrol sama mahasiswa doktor IPB belum? Tau engga siapa dosen2nya. Sy bilang blm sempet ngobrol sama beye eh mba ani (mhsiswa dmb1) dan yg sy tau Dosennya ya profesor yg kasih sy rekomendasi hehe…

    sy lanjut surfing lbh dalam lg ya mas. Smg bs ketemu – kl sy lulus tes masuk kmrn.

    Salam

  3. wah,…bagus banget artikelnya, jadi termotivasi nich…
    chandora sensei,…genki desuka ne..!

Leave a Reply