Artikel ini telah dibaca 5904 kali. Terima kasih.

Siapa yg tidak kenal dengan mochtar riady? Dia seorang doktor, founder dan ceo dari lippo group  serta chairman asosiasi bank asia. Salah satu konglomerat indonesia yg lahir di malang jawa timur tgl 12 mei 1929. Bukan cuman pebisnis, tapi dia sekaligus pemikir dan penulis. Salah satu karyanya adalah filosofi kuno dan manajemen modern.  Saya merekomendasikan dibaca oleh sesiapa yg ingin memiliki gaya menejerial dan kepempinan yg berbeda dg yg umumnya dijalankan saat ini. salah satu bagian yg menarik dari buku ini akan saya jelaskan secara singkat pada bagian akhir tulisan ini… sabar dulu. Jangan langsung di skip ya?  Ikuti dulu kisah sukses putra putri terbaik indonesia berikut ini… biar nyambung…*smile*

Suatu hari nun jauh di jepang bagian tengah sana… ada seorang pelajar indonesia yg mencari tempat riset utk jenjang s2, yg memiliki waktu riset sampai jam 17:30 saja. Karena pelajar ini adalah ibu-2 yg sudah memiliki 2 orang anak balita yg disekolahkan juga di play group sampai jam 18:00.  Survey dari lab yg satu ke lab yg lainnya, akhirnya ditemukan satu lab yg memiliki core time risetnya dari jam 13:30 – 17:30. Lab tsb dikepalai oleh seorang asisten profesor muda yg cerdas dg achievement diatas rata-2. Sehingga sangat wajar diusia yg muda sudah diberikan lab untuk riset oleh pihak universitas. Ternyata asisten profesor ini juga mempunyai jadual yg sama dengan si ibu tadi. Jam 17:30 dia harus pulang untuk menjemput dan bermain dengan anak perempuannya yg semata wayang. Berbeda dengan dosen-2 jepang pada umumnya, yg hampir tiap hari pulang hingga larut malam. Mungkin di jepang hanya lab tempat si ibu tadi saja yg memiliki waktu penelitian yg tetap (4 jam). Singkat cerita, si ibu ini berhasil menyelesaikan s2 dan s3 nya dengan tepat waktu. Saat dia wisuda anaknya sudah bertambah 1 orang lagi…

Sementara itu, pada periode waktu yg hampir bersamaan… di jepang bagian selatan… seorang pemuda indonesia baru saja menyelesaikan program doktor melamar pekerjaan disebuah perusahaan elektronik papan atas jepang. ketika pemuda ini melamar pekerjaan, tidak seperti pada umumnya pelamar pekerjaan. Si pemuda banyak memberikan tuntutan ini itu seperti minta disediakannya makanan yg halal (karena si pemuda seorang muslim), harus diizinkan sholat 5 waktu selama bekerja, pengurangan pemotongan pajak pendapatan karena si pemuda memiliki tanggungan di indonesia (setiap bulan dari gajinya disisikan utk biaya hidup ibu nya)… bagaimana respon perusahaan tsb? Mengabulkan semua permintaan yg diajukan si pemuda itu dan terjadilah kontrak kerja antara dia dan perusahaan itu. Setelah masa percobaan, dia diberikan jabatan sebagai projek manager yg membawahi orang jepang dg jabatan senior manager (gm) yg sudah tua-2. Dalam perjalanannya si pemuda ini terus menunjukkan performance yg sangat luar biasa. Atas hal ini perusahaan memberikan apresiasi dan keistimewaan kepadanya, yaitu kebebasan waktu bekerja. Asal si pemuda sudah datang ke kantor meskipun hanya 1 menit, perusahaan sudah menganggap si pemuda itu sudah bekerja dan diizinkan utk pulang ke rumah kapan saja dia mau… singkat cerita, setelah 3 tahun bekerja akhirnya si pemuda memutuskan utk kembali ke tanah airnya. Dan hebatnya, meskipun dia sudah tidak bekerja dan berada di luar jepang, pihak perusahaan tetap memberikan apresiasi berupa gaji tetap selama 2 tahun…

Pengakuan the existence (keberadaan) kita di dalam suatu lingkungan tidak semata-mata ditentukan oleh panjang atau lamanya waktu yg kita berikan untuk beraktifitas atau berinteraksi. Melainkan ditentukan oleh sejauh mana kita bisa memanfaatkan waktu yg ada menjadi sebuah output kerja/aktifitas yg brmanfaat bagi diri dan lingkungan (perusahaan dsj) di mana kita berada. Dalam bahasa sehari-hari kita kenal dengan istilah efisien dan efektif. Namun paradigma yg terjadi saat ini, kita lebih sering mengukur keberadaan orang dari “berapa lamanya” kita berada. Apakah dalam waktu yg lama itu kita efisien atau efektif, tidak terlalu dipermasalahkan… Dan tidak jarang, kita dievaluasi atau mengevaluasi orang semata-2 karena faktor “lama tidaknya kita berada di kantor”. Tul, nggak? Tapi jangan ngeles dengan mengatakan, “kerja lama aja gak keluar outputnya, apalagi pulang cepat…?” *smile*

Dua contoh di atas adalah kisah nyata… dalam keterbatasan waktu yg ada, seorang ibu dengan 3 orang anak balita dapat melakukan penelitiannya dengan baik hingga meraih gelar doktor. Pembimbingnya yg juga berusia muda memberikan nasihat kepada si ibu, “saya tidak setuju dengan mahasiswa-2 yg bekerja utk risetnya hingga larut malam dan tidur di lab berhari-2, karena hasilnya tidak akan efektif. Itu sebabnya saya hanya mewajibkan di lab saya waktu riset 4 jam setiap hari. Bila dalam waktu 4 jam ini kamu melakukan riset dengan baik, maka hasilnya pun akan baik dan tidak kalah dg riset yg dilakukan berjam-2 hingga larut malam…” dan ibu itu telah membuktikannya…

Pada contoh yg kedua, betapa manajemen dapat memberikan apresiasi kepada karyawan asingnya sebuah keistimewaan atas kontribusi positif yg telah diberikan ke perusahaan tsb. Keistimewaan pertama adalah kebebasan waktu hadir di kantor. Yg kedua, meskipun sudah tidak jadi karyawan, perusahaan tetap memberikan apresiasi berupa gaji atas komitmen profesional karyawan tsb. Ketidakberadaannya di perusahaan tetap dianggap exist (ada) karena hasil kerja cemerlang sebelumnya.

Pasal ke 2 Toyota Way menjelaskan tsukatta jikan wo hokoru no dewa naku, fuka kachi wo dore dake takameta ka hokore. Yg artinya jangan banggakan berapa lama waktu yang Anda habiskan untuk bekerja, tetapi seberapa tinggi Anda membuat nilai tambah terhadap pekerjaan.

Terakhir, mochtar riady menjelaskan dalam bukunya bahwa sebaik-2nya manager adalah mereka yg selalu bisa on time (tepat waktu) pulang ke rumah (meninggalkan kantornya). Hal ini hanya dapat dilakukan oleh mereka-2 yg selalu bekerja secara efisien dan efektif.

Artikel ini telah dibaca 5904 kali. Terima kasih.

Leave a Reply