Artikel ini telah dibaca 450 kali. Terima kasih.

Terkadang musibah memang bisa menjadi suatu anugerah.

Tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa realita seringkali menghadirkan kenyataan yang buruk jika dibandingkan dengan realita dalam dunia fiktif. Hal itu memang bisa diamini banyak orang.

Namun bukan berarti dalam realita yang kita jalani tidak ada yang namanya keajaiban seperti yang sering kita persepsi dalam dunia fantasi. Bahkan, keajaiban seringkali muncul di momen-momen ketika harapan sudah dianggap menemui jalan buntu.

Dilansir dari Odditycentral.com (11/02/20), seorang pria di Polandia mengalami keajaiban di saat dia sedang mengalami musibah. Mata kiri Janusz Goraj tidak bisa melihat secara sepenuhnya, dan mata kanannya hanya bisa membedakan kondisi terang dan gelap.

Dia sudah menjadi tuna netra selama 20 tahun, dan kebutaannya itu disebabkan oleh efek samping dari alergi yang dimilikinya.

Meski harapan seolah sudah tidak lagi menghampirinya, pada suatu hari di tahun 2018, sebuah keajaiban pun memberkatinya. Goraj sedang menyeberang di jalan raya dan tiba-tiba saja ada mobil yang menabrak dirinya tanpa disengaja.

Kepalanya terbentur kap mobil dan aspal. Selain itu, pinggangnya pun mengalami cedera parah sehingga dia harus dioperasi. Namun, pada saat itu, dia belum sadar bahwa musibah yang dialaminya merupakan anugerah yang bersembunyi.

Setelah kecelakaan itu, Goraj menghabiskan beberapa waktu di rumah sakit. Suatu hari, dia terbangun dari tidurnya dan terkejut saat membuka matanya karena dia bisa melihat kamar rumah sakit yang ditempatinya.

Dia pun langsung mengabari dokter yang merawatnya, dan dokternya pun sama-sama terkejut seperti halnya Goraj. Hingga saat ini, tidak ada ahli kesehatan atau ahli mata yang bisa menjelaskan hubungan antara kecelakaan yang dialami Goraj dengan kesembuhan matanya.

Kasus yang dialami Goraj memang terjadi pada dua tahun lalu, namun kisah mengenai keajaiban yang dialaminya baru digembar-gemborkan beberapa waktu yang lalu ketika kisahnya diliput di media nasional.

“Saat saya terbaring di tempat tidur, kebahagiaan yang membuncah saat saya bisa melihat lagi merupakan perasaan yang luar biasa,” ujar Goraj.

“Saya bisa melihat orang-orang di jalan, melihat plat nomor mobil, dan bisa membaca teks di telepon selular saya. Hidup saya telah berubah!” lanjutnya.

Kebanyakan ahli medis berspekulasi bahwa kesembuhan matanya bukan disebabkan oleh kecelakaan itu sendiri, melainkan disebabkan oleh percampuran obat-obatan yang diminum oleh Goraj saat dia sedang dirawat di rumah sakit untuk operasi.

Saat ini, Goraj bekerja sebagai petugas keamanan di rumah sakit tempat dia mendapatkan kembali penglihatannya. Mungkin dia memilih profesi itu sebagai semacam bentuk balas budi terhadap keajaiban yang hadir di rumah sakit tersebut.

Artikel Asli

Artikel ini telah dibaca 450 kali. Terima kasih.

Leave a Reply