Artikel ini telah dibaca 647 kali. Terima kasih.

JAKARTA – PT Pindad (Persero) mengembangkan ventilator untuk pasien penyakit Virus Corona (Covid-19) dengan harga sekitar Rp10 juta-Rp15 Juta.

Harga itu jauh lebih murah dibandingkan dengan ventilator impor yang harganya Rp500 juta-Rp700 juta.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun sangat gembira. Maklum, Jawa Barat menjadi provisi kedua dengan jumlah penderita positif Corona terbanyak setelah DKI Jakarta.

“Ventilator untuk pasien covid yang selama ini impor dan mahal sekitar 500-700 juta rupiah per unit, sekarang bisa turun menjadi hanya 10-15 juta rupiah per unit produksi PT Pindad untuk tipe pasien akut dan PT DIrgantara Indonesia untuk tipe pasien moderat,” tuturnya melaui akun Instagramnya @ridwankamil.

Ridwan Kamil menambahkan PT Pindad bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan produk ventilator. Pindad sanggung memproduksi 200 ventilator per bulan.

Selain Pindad, PT Dirgantara Indonesia (DI) juga mengembangkan ventilator bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung.

“Dan PT DI, biasanya memproduksi pesawat terbang, bekerja sama dengan ITB juga Yayasan @salmanitb bisa memproduksi 500 ventilator per minggu,” lanjut ciutan Istagram Ridwan Kamil itu.

Orang nomor satu itu melihat langsung produk ventilator buatan Pindad dan PT DI, karena lokasi pabrik kedua BUMN itu berada di Kota Bandung.

Berikut tampilan ventilator buatan Pindad dan PT DI tersebut.

Artikel Asli

Artikel ini telah dibaca 647 kali. Terima kasih.

Leave a Reply