Artikel ini telah dibaca 6582 kali. Terima kasih.

Bagi yg sering nonton cenel axn pasti tahu CSI. CSI nya dibagi-2 menurut kota. Pembagian itu ada karena karakter masyarakat di satu kota dengan kota lainnya beda sehingga karakter kriminalnya juga berbeda. Ada csi new york, csi miami, csi LA dll. Sebelum kebablasan, tahu kan ya kepanjangannya csi? Crime Sciene Investigation. Serial detektif yg tingkat logikanya abu-2, antara fiksi (khayalan) dan non fiksi (riil). That’s it. Cuman, csi yg mau saya angkat di sini bukan csi yg begituan.

Gak ada kaitannya dg kriminal. Titik. Csi yg saya maksud adalah CONTINOUS SELF IMPROVEMENT. Biar inget saya tulis dg huruf gede. Sekali lagi, CONTINOUS SELF IMPROVEMENT (kapital, bold dan italic). biar lebih nge-blink lagi. Biar semakin meresap ke dalam sumsum dan darah, terus mengalir ke seluruh tubuh. Dari ujung kuku kaki sampai ujung rambut. *smile*

Sate, csi-tte nan deshou ka (ayo, coba tebak apa itu csi)? Tidak sulit utk me-reka-2 kandungan makna dan maksudnya. Sangat sederhana sekali. Csi mengandung arti hari ini harus lebih baik dari yg kemarin. Contoh eskrimnya, kl kemarin datang ke kantor jam 7:31 (telat 1 menit), maka hari ini datang lebih pagi (jam 7:30) supaya on time. Kl kemarin ngebuat ng in process 2%, maka hari ini cuman 1.99%. kl bulan lalu jumlah claimnya 20, bulan ini cukup 19 kali. Gampang, kan? Tampaknya memang begitu mudah. Tapi, tetap saja tidak semua orang bisa melakukan. Kita-2 yg gak punya 5K akan sulit melakukan csi. Karena, kata teman saya, “ini menyangkut suprastruktur. Bukan infrastruktur…”. Se7. Karena ini nyangkut manusia yg suangat suulit di program dan diatur jalan hidupnya. Fitrahnya manusia ya begitu itu. Tidak ingin dikontrol. Tidak ingin ditanya-2 apakah kerjaannya sudah selesai atau belum. Tidak ingin follow sop, pcc, drawing, dds, msds dll. Karena semua itu menyulitkan manusia.

Beda dengan robot. Robot bisa dengan mudah kita atur jalan hidupnya. Kita bisa menginstruksikan apa saja ke robot. Tinggal nyesuain programnya saja. Tapi tidaklah demikian dg kita-2 yg manusia. Kita punya akal, perasaan (feeling) dan macem-2 yg bisa mempengaruhi tindakan-2 kita. Meskipun secara lojik bener, tapi karena yg nyampein adalah musuh bebuyutannya, maka tindakan kita bisa jadi tidak lojik. Pokoknya tolak! Pokoknya egp (emang gua pikirin)! Pokoknya no way! Sampe kiamat, pokoknya gua kagak mau ngimprove! Dan pokok-pokok yg lain. Sebaliknya pun bisa. Berhubungan yg ngejelasin adalah teman sehatinya, meskipun penjelasanannya out of brain (no lojik) maka diterima juga itu penjelasannya. Apa pun yg kau katakan, sepenuhnya akan kuikuti. Walau sampai ke ujung neraka. ABG (ampun bo, Gombal)! 😀

Artikel ini telah dibaca 6582 kali. Terima kasih.

Leave a Reply