Artikel ini telah dibaca 4085 kali. Terima kasih.

Elephant-elephants-28788752-1024-768Pagi ini saya mengantar Zhafy ke sekolah. Menggantikan petugas utama (Ghazy) yang ingin tidur agak lama karena semalam dia mengantar Sayyaf ke pesantren sampai larut malam.  Sambil lalu, sebelum nanti ke Jepang (insyallah tanggal 23 Sep 2015), aktifitas Ghazy saat ini hanya belajar nulis dan menghafal kanji, main game online, dan antar jemput Zhafy dan Sayyaf.  Lumayanlah masih bisa diberdayakan… He3x.

Lanjut. Dalam perjalan, Zhafy cerita tentang anak kelas 10 yang secara terbuka memberikan penilaian negatif terhadap acara pensi (pentas seni) Lab School Cibubur yang baru saja dilaksanakan pada tanggal 5 September 2015 di lapangan pintu Barat Senayan, dengan menghadirkan artis band terkenal Nidji.  Kebetulan Zhafy adalah salah satu panitianya.

Kata Zhafy, “tahu gak, bi… ada anak kelas 10 nulis status di LINE nya ngomong acara pensi kemarin jelek, kurang ini lah, lambat bla… bla… bla…”

“Oh ya?” respon saya singkat.

“Pasti anak itu bakal diabisin sama Garda Negara (GN) dah..,” lanjut Zhafy dengan ekspresi yang sepertinya mendukung apa yg akan dilakukan GN.  GN ini seperti polisinya organisasi sekolah gitulah.

“Oh, gitu ya?” Saya masih merespon singkat sambil cari contoh yang mudah untuk menjelaskan cara pandang orang terhadap apa yang dilakukan oleh orang lain. Muncullah seekor gajah di kepala saya…

“Lho, kak… masak sih ngasih komentar seperti itu aja langsung diadili GN? Jaman sekarang kan jamannya bebas mengemukakan pendapat di medsos-medsos gitu… Harusnya panitia berterima kasih dong kalau ada masukan seperti itu?” lanjut saya.

“Iya, tapi harusnya gak di muka umum gitu kali, bi… Kan bisa disampein langsung ke panitia?” sanggah Zhafy.

“Betul, sih… Tapi tetap harus kita hargai pendapat anak itu… Tidak langsung main hakim atau dihukum harus begini begitu… Tanya dulu apa dasarnya dia berpendapat seperti itu… Dari sudut pandang mana dia menilai… Dari mana kita melihat suatu benda maka akan berbeda deskripsinya… Kakak tahu gajah, kan?”

“Tahu, lah…” jawab Zhafy singkat.

“Kalau kakak lihat dari depan, yang tampak belalai… Teman kakak yang lihat gajah dari belakang akan melihat ekornya aja… Kalo diliat dari atas gajah jadi gak punya kaki… artinya apa? Paham?”

“Ngarti!!! ” jawab Zhafy dengan penuh ketakinan…

“Nah, kakak harus sampaikan sudut pandang ini ke anak-anak GN agar mereka tidak langsung ngukum itu anak dan orang-orang yang berbeda pendapat lainnya… Ajak aja diskusi baik-baik dulu. Tanyakan dari sisi mana mereka menilai… Dengan begitu akan saling melengkapi pandangan masing-masing sehingga dapat menjelaskan gajah secara utuh…”

“Oke! Makasih, abi… Kakak turun sini aja…”

“Ok, hati-hati ya… Jangan lupa nge-Line abang ya… minta jemput…”

Artikel ini telah dibaca 4085 kali. Terima kasih.

Leave a Reply