Artikel ini telah dibaca 251 kali. Terima kasih.

Persebaran virus corona kini tengah menjadi perhatian berbagai negara di dunia. Wabah ini pertama kali ditemukan di wilayah Wuhan, China.

Sampai saat ini, ada sebanyak 14.568 orang yang terinfeksi corona di seluruh dunia. 305 di antaranya meninggal dunia.

Infeksi virus corona yang semakin merebak juga mendapat perhatian dari raksasa mesin pencari, Google.

Perusahaan yang berbasis di Mountain View, California, Amerika Serikat ini berinisiatif untuk meluncurkan peringatan SOS ketika pengguna mencari informasi dengan kata kunci “coronavirus”.

Inisiatif ini merupakan hasil kerja sama antara Google dengan Badan Kesehatan Dunia ( WHO).

Saat pengguna melakukan pencarian di Google dengan kata kunci “coronavirus”, secara otomatis Google akan menampilkan konten yang relevan dengan persebaran corona seperti berita terbaru, tips, hingga kicauan para ahli corona yang ada di Twitter.

“Hari ini kami meluncurkan Peringatan SOS dengan WHO, untuk menyediakan informasi tentang coronavirus yang mudah diakses. Ketika orang mencari info terkait di Google, mereka akan menemukan peringatan di bagian atas dengan akses langsung ke tips keselamatan, informasi, serta update terbaru dari Twitter WHO,” tulis Google melalui akun Twitternya.

Dari pantauan KompasTekno, peringatan SOS tersebut muncul ketika mesin pencari diatur untuk region pencarian Amerika Serikat. Jika pengaturan mesin pencari diatur untuk wilayah Indonesia, peringatan SOS tersebut tidak muncul.

Pada kolom pertama di hasil pencarian, muncul peringatan SOS dan berita utama terkait virus corona. Kemudian pada bar kedua muncul berbagai informasi terkait Corona dari kicauan para ahli di Twitter.

Dirangkum KompasTekno dari Mashable, Senin (3/2/2020), selain itu Google juga memberikan donasi kepada Palang Merah China sebanyak 250.000 dollar AS atau Rp 3,4 miliar untuk penaganan korban.

Tak hanya itu, Google juga mengumpulkan dana dari karyawan internal untuk disalurkan guna penanganan virus corona.

Secara keseluruhan, Google mengumpulkan dana lebih dari 800.000 dollar AS atau setara dengan Rp 10,9 miliar.

Di sisi lain, semenjak virus Corona merebak, Google terpaksa menutup sementara empat kantornya di China, serta di Hong Kong dan Taiwan.

Penutupan kedua kantor Google itu diawali menjelang saat liburan Tahun Baru Imlek, namun diperpanjang karena adanya regulasi dari pemerintah lokal China.

Artikel Asli

Artikel ini telah dibaca 251 kali. Terima kasih.

Leave a Reply